Rabu, 29 April 2009

Kebiasaan Bayi

Setiap tahapan perkembangan pastilah terdapat hal-hal yang baru dan akan dipelajari oleh si anak. Tetapi ada kalanya kebiasaan-kebiasaan ditahap perkembangan sebelumnya tidak bisa dilupakan masih terus terbawa. Misal kebiasaan-kebiasaan ketika bayi yang kerap dibawa hingga anak berusia lima tahun (batita). Ada beberapa kebiasaan yang masih dikategorikan normal, tetapi ada pula kebiasaan yang perlu diawasi. Sebagai perlu untuk mengamati dan memahami betul mana yang boleh dilakukan oleh anak dan yang tidak. Berhubung artikel ini agak panjang, artikelnya dibagi menjadi lima seri dan dipublish hari ini juga. Kita lanjutkan, kebiasaan bayi yang terbawa hingga batita tersebut antara lain:


1. Nge-Dot, Ngenyot Jari, Ngempeng
Menurut teori psikoseksual yang dikemukakan oleh Sigmund Freud, bayi sejak lahir hingga berusia 18 bulan, anak mendapatkan akan kepuasaan melalui fase oral. Kepuasan
itu didapat anak melalui sensasi di sekitar daerah mulutnya, bisa berupa aktivitas minum, makan, ngedot, ngempeng, ngenyot jari dan sebagainya. Hal ini merupakan hal yang wajar karena semua anak pastilah akan melewati tahapan yang satu ini. Bisa dikatakan tidak wajar jika setelah berusia 18 bulan, anak masih melakukan kebiasaan-kebiasaan tersebut.

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh orang tua agar anak tidak terus melakukan kebiasaan itu hingga selepas usia 18 bulan, antara lain dengan tidak membiasakan anak ngempeng dan ngenyot jari sejak bayi. Tetapi jika sudah telanjur terjadi, beberapa langkah
berikut ini dapat dilakukan.


  • Kenalkan si anak dengan cara minum menggunakan gelas.
  • Beri penjelasan bahwa kebiasaannya itu bisa berakibat buruk. Seperti dapat
    mengganggu pertumbuhan giginya, kuman bisa masuk ke dalam mulut jika tangannya tidak bersih dan
    sebagainya.
  • Mintalah agar anak memberikan dotnya kepada anak yang kurang mampu. Atau
    karena kondisi dot sudah rusak maka minta anak agar membuang sendiri dot-nya.
  • Alihkan perhatiannya kepada hal-hal lain yang bisa mendatangkan kepuasan
    baginya. Antara lain dengan cara memperkenalkannya pada beberapa jenis
    permainanan baru, bunyi-bunyian dan sebagainya.
  • Jika sudah diberi penjelasan tetapi anak masih saja melanjutkan kebiasaan
    ngenyot jari, orang tua bisa mengakalinya dengan memberikan sesuatu yang pahit
    di jarinya. Tetapi lakukan hal ini sebagai upaya terakhir orang tua agar anak
    tidak merasa “ditipu” oleh orang tuanya sendiri.

Beberapa dampak buruk yang akan muncul jika anak dibiarkan tetap melakukan kebiasaannya ini selain pertumbuhan gigi si anak yang tidak bagus, secara psikologis anak juga akan merasa kehilangan rasa aman (secure feeling) jika meninggalkan kebiasaan yang sudah berubah menjadi kebutuhan ini. Padahal jika terus terbawa hingga besar, bukan tidak mungkin dia akan menjadi bahan ejekan dari teman-temannya yang pada akhirnya juga akan berpengaruh pada pembentukan konsep dirinya.

Pola Pertumbuhan Bayi














































































































Usia 0 - 1 bulan
- Tidur sepanjang hari
- Bereaksi terhadap suara
Usia 1 - 2 bulan
- Lebih sering terjaga
- Mulai dapat mendesis
- Mulai dapat melihat sekeliling
- Mulai biasakan bayi dengan udara luar rumah
Usia 2 - 3 bulan
- Tertawa bila ada yang mengajak bicara
- Mulai mengisap jari-jarinya
- Mulai dapat mengangkat kepala sedikit tinggi
Usia 4 - 5 bulan
- Mulai dapat memegang
- Mulai dapat mengenal orang, terutama ibunya
- Mulai dapat tengkurap
- Bila bayi terus-menerus menghisap jari
Usia 5 - 6 bulan
- Berusaha memasukkan benda kedalam mulut
- Melonjak-lonjak bila digendong atau dipangku
- Dapat merubah posisi tidur
Usia 6 - 7 bulan
- Mulai dapat duduk sejenak
- Dapat memindahkan mainan dari tangan yang satu ke tangan
yang lain
  
Usia 7 - 8 bulan
- Mulai tumbuh gigi
- Bereaksi bila namanya dipanggil
- Mulai dapat memegang mainan dengan kedua tangan
Usia 8 - 9 bulan
- Ada yang sudah mulai dapat merangkak
- Mulai dapat mengerti belaian orang
Usia 9 - 10 bulan
- Dapat merangkak lebih mantap dan kuat
- Ada yang mulai dapat berdiri dengan pegangan
- Suka memegang sendiri makanannya
Usia 10 - 11 bulan
- Dapat berdiri tegak dengan pegangan
- Ada yang mulai dapat berjalan dengan pegangan
- Mulai dapat mengucapkan satu atau dua suku kata seperti
mama, papa
Usia 11 - 12 bulan
- Suka udara luar rumah
- Ada yang dapat mengucap kalimat pendek
- Mulai dapat meniru gerak-gerik orang
dewasa

Senin, 27 April 2009

SUNAT

Sunat berarti membuang kulit penutup kepala penis atau kulup. Secara medis, membuang kulup atau prepotium memang dianjurkan dengan alasan kebersihan. Kerutan-kerutan pada kulup biasanya menjadi tempat berkumpulnya kotoran yang mengendap. Bila tak dibuang, kotoran ini bisa menyebabkan bau tak sedap, bahkan infeksi. Sebagai gambaran, untuk bisa memancur keluar, urin bayi laki-laki harus melewati prepotium. Dengan demikian, akan selalu ada sisa kencing yang tertinggal di situ. Jika kepala penis selalu dibersihkan setiap mandi, tentu tak masalah.

Tanpa disunat pun, kemungkinan infeksi dan bau tak sedap dapat dihindarkan. Caranya dengan membersihkan penis setiap hari; kulup ditarik ke belakang hingga kepala penis terlihat lalu seka dengan waslap basah dan hangat. Namun sering sekali ditemukan kasus lubang penis sudah tergumpali kotoran putih yang disebut snekma sampai-sampai lubangnya tertutup. "Masalahnya, meski prepotium mudah ditarik untuk dibersihkan, banyak yang tak rajin melakukannya saat memandikan bayi. Lama-lama kotoran yang menumpuk ini bisa menyebabkan infeksi yang menyumbat penis," ungkap Dr. Endang Triningsih F., Sp.A, ahli kesehatan anak dari RSAB Harapan kita

"Bayangkan kalau dari lahir penis enggak pernah dibersihkan, pada umur beberapa minggu saja snekma ini sudah menumpuk dan akhirnya membuat bayi mengejan bila kencing. Mengatasinya ya, terpaksa dengan disunat." Bila sampai terjadi infeksi, tiap kali buang air kecil bayi akan mengejan dan menangis kesakitan. Untuk menghindari risiko infeksi akibat penis lupa dibersihkan, lebih baik kulupnya dibuang saja sekalian, bukan?

JIKA KENCING MENGEJAN

Sunat tidak bisa ditunda jika bayi memiliki bentuk prepotium yang rapat dan panjang, sehingga urinnya tidak lancar keluar. Gejalanya, bayi tampak mengejan bila kencing atau bahkan ujung prepotiumnya menggelembung. Penis dengan prepotium seperti ini sukar dibersihkan, maka perlu disunat. Jika prepotium sudah terbuka karena disunat, selanjutnya amat mudah untuk membersihkan penis bayi. Begitu si kecil selesai kencing, kita tinggal membasuh sisa-sisa kencing di kepala penis yang sudah terbuka. Jadi, tak ada lagi kotoran yang menempel di ujungnya. Bila orang tua tidak mengizinkan bayinya disunat, dokter akan melakukan delatasi, yaitu membuka prepotium. Pilihan lainnya adalah dorsumsisi atau membelah bagian belakang prepotium supaya lebar, sehingga mudah ditarik untuk dibuka dan dibersihkan. Setelah itu, orang tua tetap harus rajin membuka kulup bayinya untuk dibersihkan setiap kali mandi. Nah, praktis mana dengan membersihkan penis yang sudah dibuang kulupnya?

UMUR BERAPA SEBAIKNYA?

Dari segi medis, Endang menilai, bayi usia berapa pun boleh disunat. Namun jika kondisi penis dan prepotiumnya sejak lahir sudah terbuka bagus, lancar menyalurkan urin, dan mudah dibersihkan, sunat boleh ditunda sampai si anak siap. Sebaliknya kalau bayi baru lahir kulupnya menutup rapat, panjang dan sempit sampai-sampai kalau kencing selalu menangis karena mengejan, sebaiknya segera disunat. Yang jelas, disunat pada usia bayi, usia balita, ataupun menjelang akil balig tak akan mempengaruhi fungsi dan ukuran alat vital. Jadi mitos yang mengatakan sunat akan memperbesar atau memperkecil alat vital salah. "Besar kecilnya alat vital, berkaitan dengan hormon, bukan sunat!"

LAKUKAN OLEH AHLINYA

Menurut Endang, sunat selayaknya dilakukan oleh tenaga medis yang memiliki keahlian menyunat. Meski sunat hanya merupakan operasi kecil (dengan bius total yang aman), risikonya bisa di luar dugaan bila tak dilakukan dengan persiapan matang. Sebelum tindakan ini dilakukan, tenaga medis akan melakukan sejumlah persiapan awal. Di antaranya, mengecek hasil darah di laboratorium untuk melihat waktu pembekuan darah dan waktu perdarahan. Sekarang ditambah lagi dengan tes untuk menguji fungsi trombosit. "Ini harus dilakukan untuk mengantipasi kemungkinan anak punya kelainan darah seperti hemofilia. Jadi, akan dilihat dulu apakah darahnya mudah membeku atau tidak kalau mengalami luka. Atau, mudah tidak ia mengalami perdarahan?"

Selain harus oleh ahlinya, alat yang digunakan pun harus steril. Kalau tidak, bisa mengakibatkan infeksi yang tentu saja membahayakan.

PERAWATAN PENIS PASCASUNAT

Sunat sekarang umumnya menggunakan benang modern yang tak perlu dilepas karena sifatnya melebur di kulit. Obat dan peralatannya pun kini ada yang bisa membuat luka bekas sunat lebih cepat disembuhkan. Walau begitu, Endang mengingatkan, perawatan penis pascasunat tetap harus diperhatikan agar tak terjadi infeksi pada luka bekas operasi.

Berikut perawatannya:

  • Usahakan selalu agar penis tetap bersih dan kering.

  • Bersihkan dengan air hangat di seputar luka, keringkan, lalu ganti popok/celana dalam si kecil. Jangan biarkan popok/celana dalam keadaan basah dan lembap.

  • Kenakan popok/celana yang longgar, jangan terlalu menempel ke penis karena dapat menimbulkan luka gesekan.



SI UPIK JUGA MESTI DISUNAT?

Secara anatomi, lelaki dan perempuan memiliki kesamaan komposisi alat vital. Penis pada pria sama dengan klitoris pada perempuan. Sedangkan skrotum (buah zakar) yang dua buah, pada wanita menjadi bibir vagina, yaitu labia. Di ujung klitoris juga terdapat kulit yang kalau pada penis disebut prepotium. Pada bayi perempuan, kadang bisa dilihat ujung klitorisnya memiliki lapisan putih yang bisa lepas sendiri. "Nah, kalau memang belum lepas, kita bantu untuk melepasnya. Ini mungkin yang disebut sunat wanita. Tapi kalau memang sudah lepas, tidak perlu diapa-apakan lagi," kata Endang. Sebagian masyarakat kita memberlakukan sunat pada bayi atau anak perempuan yang dikerjakan oleh dukun sunat. "Caranya, ujung klitoris sedikit dilukai sampai mengeluarkan darah, dan itu mereka bilang sunat. Mereka juga bilang secara agama harus sama antara sunat penis dan vagina. Namun, prinsipnya secara medis sudah tidak perlu. Kalau secara agama, ya, itu pilihan masing-masing."

Mimisan Dan Penanganannya

Siapa pun bisa mengalami mimisan, meski peristiwa ini umumnya lebih sering menimpa anak-anak. Asal Anda tahu, di bagian dalam depan rongga hidung kita ada kumpulan pembuluh darah. Nah, pada anak, kumpulan pembuluh darah ini biasanya lebih rentan pecah, dan menimbulkan perdarahan. Biasanya, pembuluh darah serta sel lendir pada rongga hidung anak tersebut akan lebih kuat setelah ia lulus sekolah dasar.

Wajar, bila Anda panik melihat darah mengalir dari hidung sang buah hati tercinta. Namun, akan lebih baik bila Anda segera Bertindak untuk mengatasi mimisan ini. Bila perlu, cari tahu apa penyebabnya untuk memperkecil risiko si kecil mengalaminya lagi.

Mimisan 90% dapat diatasi sendiri. Jangan panik. Bagian dalam hidung dilapisi oleh selaput lendir yang selalu basah. Selaput lendir ini banyak mengandung jalinan pembuluh darah. Di bagian depan, jalinan pembuluh darah disebut sebagai Pleksus Kiesselbach. Di bagian belakang juga ditemukan jalinan pembuluh darah. Bila pembuluh darah ini pecah, terlihat sebagai mimisan.

Sebagian besar mimisan dapat berhenti dengan pertolongan sederhana atau bahkan berhenti sendiri. Yang sering terlihat menakutkan dan membuat ibu panik adalah bila anak mengalami muntah darah, padahal sebenarnya hanya memuntahkan darah yang tertelan. Demikian pula dengan batuk darah, bukan berasal dari paru melainkan karena batuk mendorong darah yang ada di tenggorokan.

Penyebab

  • Penyebab paling sering adalah benturan atau kebiasaan mengkorek- korek hidung.

  • Udara panas dan kering menyebabkan selaput lendir hidung menjadi kering dan pecah.

  • Bila hidung tersumbat terus dan berbau busuk, mungkin disebabkan anak memasukkan suatu benda ke dalam hidungnya.

  • Sekat hidung yang bengkok, menyebabkan aliran udara kurang baik. Akibatnya selaput lendir hidung menjadi kering dan pecah.

  • Pilek dan alergi. Peradangan di rongga hidung dan membuang ingus terlalu keras dapat menyebabkan mimisan.

  • Mencium bahan kimia, misalnya asam sulfat, bensin, amonia.

  • Kadang-kadang mimisan adalah gejala penyakit darah, misalnya kurang trombosit, kurang faktor pembekuan, leukemia, dan lain-lain. Pada penyakit-penyakit tersebut, sering ada gejala lain misalnya pucat, biru-biru di kulit, dan lain-lain.

  • Mimisan pada orang dewasa dapat disebabkan merokok, tekanan darah tinggi, alkohol, atau makan obat yang mengencerkan darah.

  • Anak yang minum obat yang mengandung asetosal dan ibuprofen juga dapat mengalami mimisan karena darah menjadi kurang cepat membeku.


Mencegah mimisan

  • Jangan mengkorek-korek hidung.

  • Jangan membuang ingus keras-keras.

  • Hindari asap rokok atau bahan kimia lain.

  • Gunakan pelembab ruangan bila cuaca terlalu kering.

  • Gunakan tetes hidung NaCl atau air garam steril untuk membasahi hidung.

  • Oleskan vaselin atau pelembab ke bagian dalam hidung sebelum tidur, untuk mencegah kering.

  • Hindari benturan pada hidung.



Pertolongan

  • Duduk, agar hidung anak lebih tinggi dari jantung.

  • Membungkuk ke depan sedikit, dan bernapas dari mulut.

  • Jangan tidur terlentang. Aliran darah ke hidung bertambah deras, dan darah dapat tertelan ke belakang.

  • Tekan hidung selama 5 menit. Yang ditekan adalah seluruh bagian depan cuping hidung, tepat di atas lubang hidung.

  • Tangan yang lain dapat digunakan untuk memberi kompres dingin menggunakan es pada tulang hidung, untuk memperlambat aliran darah ke hidung.

  • Bila setelah 5 menit masih berdarah, tekan lagi selama 10 menit.

  • Kalau masih tetap berdarah, bawalah anak ke ruang gawat darurat rumah sakit.

  • Bila sudah sering mengalami mimisan, dapat meminta campuran lidokain 4% untuk mengurangi nyeri dan epinefrin 1 : 10.000 untuk mempercepat darah berhenti. Pemasangan selama 10-15 menit seringkali sudah cukup. Semprotan hidung oxymetazoline 0.05% juga dapat membantu.



Bagaimana dengan daun sirih? Daun sirih merupakan adstringent, yang berfungsi menciutkan pembuluh darah. Daun sirih dapat menolong, tetapi sterilitasnya kurang terjaga. Jangan-jangan mimisannya sembuh tetapi jadi mengalami infeksi. Tekan dengan jari akan lebih aman.

Dr. Hardiono D. Pusponegoro SpA(K) Divisi Saraf Anak, Departemen Ilmu Kesehatan Anak
FKUI/RSCM, Jakarta.

Benturan pada Kepala Balita

Biasanya segala bayangan seram tentang dampak cacat akan segera menghantui. Hal itu sebetulnya tak perlu terjadi kalau kita bisa mengenali gejala gawat tidaknya cedera yang diakibatkan. Nah, apa saja yang harus dicermati, dr. Irawan Mangunatmadja, SpA dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta akan menjelaskannya berikut ini. Diharapkan, dengan langkah pencegahan yang disarankan, peristiwa bayi jatuh tak sampai terjadi.

Pengaruh Posisi Benturan Kepala Bayi Selain dari ada tidaknya benjolan, posisi benturan di kepala juga menentukan ringan dan beratnya cedera. Inilah keterangannya:

  1. Benturan di bagian samping kepala, apakah kanan atau kiri, bisa berdampak sangat serius. Di bagian yang disebut daerah epidural ini terdapat pembuluh darah arteri yang menempel di tulang kepala. Kalau sampai terjadi retak/fraktur di daerah tersebut, maka pembuluh darah itu ikut robek. Akibatnya, terjadi perdarahan epidural yang biasanya sulit dihentikan karena robekan terjadi di pembuluh darah besar. Benturan yang cukup kuat di daerah temporal atau di samping dekat telinga, bisa menimbulkan gejala epilepsi/ayan.

  2. Benturan di bagian belakang kepala perlu diwaspadai. Di daerah ini tersimpan fungsi-fungsi vital otak, seperti pusat penglihatan. Perhatikan apakah terjadi perubahan pada fungsi mata bayi. Seharusnya, saat melihat suatu objek, bola mata bayi terlihat fokus. Jika terjadi gangguan, bisa secara tiba-tiba bola matanya bergerak ke mana-mana atau arahnya tidak fokus. Tanda lainnya, ia tidak lagi tertawa atau tersenyum ketika melihat orang-orang dekatnya. Ini berarti pusat penglihatannya terganggu atau bahkan dia tidak bisa melihat.

  3. Benturan di bagian belakang kepala agak ke sebelah bawah dapat menyebabkan cedera pada otak kecil yang merupakan pusat keseimbangan. Akibatnya timbul gangguan gerak yang meliputi kemampuan motorik kasar dan halus. Misalnya saja, tangan bayi gemetaran saat memegangsesuatu.

  4. Benturan keras di kepala bagian bawah sekali atau tengkuk akan menyebabkan kesadaran bayi menurun. Di daerah ini terdapat batang otak yang kalau cedera dpt memicu gangguan pernapasan dan bahkan kematian. Jika sampai terjadi retakan tulang di bagian itu, maka patahan Tulangnya dapat menembus jaringan otak & melukai susunan saraf pusat. Cedera seperti ini termasuk kategori berat. Selain itu, bisa timbul perdarahan dari hidung atau keluar cairan dari telinga. Mengatasinya harus dengan tindakan operasi. Jika tidak, perdarahan akan terus menekan jaringan otak yang pada tahap ekstrem bisa mengakibatkan kecacatan dan kematian.

    Perhatikan Benjolan Setelah terbentur, perhatikan apakah ada benjolan atau tidak. Raba kepala bayi untuk memastikannya. Kalau ada, berarti jatuhnya cukup keras. Benjolan yang muncul biasanya berwarna kebiruan. Itu mengindikasikan adanya perdarahan di bawah kulit. Untuk mengatasinya, berikan kompres air dingin agar perdarahannya terhenti. Selama kesadaran bayi masih bagus, tak ada gangguan saraf seperti bola mata jadi miring, tidak muntah, tidak tidur terus, dan tidak ada kejang, maka cederanya bisa dianggap ringan. Perlu diketahui, walaupun benturannya keras, benjolan belum tentu muncul saat itu juga. Bisa saja baru keesokan harinya, karena perdarahan yang terjadi mungkin sedikit jumlahnya, atau benjolan itu tak begitu terasa dan terlihat karena tertutup rambut. Jadi kalau setelah jatuh tak segera muncul benjolan, belum tentu benturannya ringan. Benjolan dapat muncul kapan saja dalam 48 jam pertama.

    Bila cederanya ringan, benjolan makin lama akan mengecil dengan sendirinya, sebab setiap perdarahan akan diserap oleh tubuh. Kalau benjolannya makin lama makin besar maka orang tua perlu mencurigainya. Bisa saja perdarahan itu tak diserap tubuh tapi malah membentuk semacam selaput di otak. Lama kelamaan selaput ini dapat menekan jaringan otak dan menghambat perkembangannya. Perlu dilakukan tindakan operasi untuk mengeluarkan bekuan darah dan selaput tersebut.

    Ada atau tidak ada benjolan, bayi yang jatuh harus terus diamati selama 2x24 jam dan diobservasi setiap 2 jam untuk menentukan berat ringannya cedera akibat jatuh. Bila dalam kurun waktu itu suhu badannya meningkat, muntah, atau bahkan kejang, bawalah segera ke dokter. Ini berarti ada luka dalam yang lebih serius.



Gejala Gawat

Bila terjatuh, sewajarnya bayi menangis kesakitan dan rewel. Namun, ada juga yang diam saja, karena mungkin saat itu terjadi penurunan kesadaran akibat perdarahan di otak. Selain itu ada yang muntah atau naik suhu badannya. Ini berarti otak si bayi mengalami guncangan yang merangsang pusat muntah dan panas pada batang otak.

Hati-hati jika muntah atau panas baru terjadi keesokan atau beberapa hari selanjutnya. Ini menunjukkan proses keterguncangan otak cukup kuat atau terjadi perdarahan di dalam otak. Jadi bisa saja gejala gawat itu muncul secara lambat. Misalnya, pada kasus retak kepala. Awalnya mungkin tidak terjadi benjolan dan kondisi anak baik-baik saja. Baru di hari kedua anak kejang-kejang yang perlu dicurigai sebagai adanya perdarahan di otak.

Waspadai juga kalau setelah terjatuh bayi semakin lemas dan semakin menurun kesadarannya. Itulah gejala gegar otak yang disebabkan perdarahan atau pembengkakan sel saraf otak. Perdarahannya sendiri bisa terjadi di bawah kulit kepala, di selaput otak, atau di dalam otak. Bila terjadi di dalam otak, perlu tidaknya operasi akan tergantung pada jumlah perdarahannya. Bila setelah jatuh bayi langsung tak sadarkan diri dalam waktu lama (sekitar 5-10 menit), kepalanya memar, kejang-kejang, dan muntah-muntah, berarti perdarahan itu tidak hanya terjadi di daerah kulit, tapi juga di dalam otak di bawah tulang tengkoraknya. Waspadai bila gejala ini muncul, dan orang tua harus segera membawa si bayi ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Menghindari Jatuh

Lakukan pengamanan semaksimal mungkin di mana pun bayi berada; di tempat bermain dan terutama di tempat tidur. Boks bayi yang berpagar dan bisa dikunci biasanya sudah cukup aman. Bila bayi tidur di tempat tidur biasa, sediakan kasur tambahan di lantai untuk berjaga-jaga. Usahakan tempat tidurnya dibuat rendah, sehingga bila bayi terjatuh, benturannya tidak keras atau tidak menyebabkan cedera. Mintalah pada pengasuh atau keluarga lain yang kerap menggendongnya untuk bersikap hati-hati dan segera memberitahu bila bayi terjatuh tanpa harus takut dimarahi.

Perlukah Scanning?

Walaupun bayi tampak normal, observasi harus terus-menerus dilakukan selama dua hari tanpa perlu men-scanning kepala bayi lebih dulu. Jika makin lama benjolnya mengecil berarti sudah ada perbaikan. Namun kalau benjolnya menetap, bahkan membesar, orang tua perlu membawanya ke dokter yang biasanya menganjurkan pemeriksaan dengan CT Scan. Jadi, perlu tidaknya scanning ditentukan oleh gejala klinis yang muncul setelah benturan. Tak mesti hari itu juga bayi di-scanning, kecuali terjadi perdarahan yang cukup berarti, atau kepalanya tampak retak semacam ada tulang yang melesak ke dalam.

Akibat Benturan Kepala

Bila dalam 2x24 jam setelah terjatuh, bayi baik-baik saja, kesadarannyamasih bagus, tak mengalami gangguan saraf, tidak muntah, dan tidak kejang, maka benturannya bisa dianggap ringan dan tak berakibat apa-apa. Lain hal bila benturan berlangsung keras, ditandai dengan adanya memar, benjolan, muntah, kejang, lemas, dan pingsan dalam kurun waktu 2x24 jam, maka bukan tak mungkin cedera otak itu akan mengganggu perkembangan bayi untuk selanjutnya, termasuk risiko mengalami kelumpuhan. Namun, kejadian ini jarang terjadi kecuali telah terjadi perdarahan berat. Bagian Tubuh Yang Sering Terbentur Celakanya, bagian tubuh yang paling sering terkena benturan lebih dulu adalah kepala. Padahal, kepala adalah bagian tubuh yang sangat vital karenadi dalamnya tersimpan susunan saraf pusat atau otak.

Kapan Bayi Biasa Terjatuh

Setelah berusia 6 bulanan, bayi mulai bisa berguling-guling. Sejak saat itulah bayi rawan jatuh. Biasanya jatuh dari tempat tidur ketika dia sedang tidak ditunggui, jatuh dari gendongan, jatuh saat diayun, atau jatuh saat menjelang usia berjalan.

Jumat, 10 April 2009

Tanda-tanda Bayi Kecapekan, Kegerahan dan Kedinginan

Untuk melihat ketiga hal di atas memang tidak mudah, tapi jika kita sudah tahu cirinya, jadi mudah, kok. Menghadapi seorang bayi, orang tua memang kerap dibuat bingung dan serbasalah. Pasalnya si bayi belum bisa mengungkapkan apa yang dia rasakan atau apa yang dia inginkan dengan bahasa yang kita pahami. Mereka hanya bisa menangis atau bersikap rewel Alhasil, kalau si kecil menangis dan popoknya tidak basah, maka kita menduga ia lapar atau sekadar manja. Padahal belum tentu, lo. Bisa saja dia menangis karena kedinginan, kegerahan, atau kecapekan.

Seperti diakui dr. Anna Tjandrajani, Sp.A. dari RSAB Harapan Kita, Jakarta, memang tak banyak orang tahu ciri bayi kedinginan, kegerahan, atau kecapekan. "Akan tetapi, kalau kita tahu ciri-cirinya, maka mudah saja, lo, mendeteksinya." Untuk itu, ia pun bersedia membeberkan "rahasianya" kepada kita.

BAYI KEGERAHAN

Kita juga sering salah mendeteksi suhu badan anak yang meningkat. Disangka sakit, tak tahunya cuma kegerahan. Adapun penyebab anak kegerahan, menurut Anna, lebih banyak dipengaruhi faktor lingkungan, seperti kurang ventilasi, cuaca di luar sedang terik, ruangan sempit, atau cahaya yang masuk ke ruangan berlebihan.

Ciri-cirinya:
  1. Anak mulai gelisah.

  2. Kulit anak mulai memerah atau melegam dari sebelumnya.

  3. Berkeringat, baik di dahi, kepala, dan ketiak. Bajunya juga basah.

  4. Kulit di bagian lain tubuhnya jadi kering.

  5. Bibirnya juga kering.



Penanganan:
Kalau tidak cepat ditangani, anak bisa mengalami dehidrasi. Inilah langkah-langkah penanggulangannya:

  1. Jauhkan anak dari sumber panas, dan dinginkan udara ruangan. Kalau sedang berada di bawah terik matahari, segeralah berteduh. Jika sedang berada di dalam ruangan tertutup yang kurang ventilasi, misalnya di dalam mobil yang tak berpendingin udara, ajak anak keluar dari kendaraan.

  2. Lepaskan selimut anak. Juga sebaiknya bayi tidak dibedong. "Takutnya, karena terbiasa dibedong, maka ketika segala sesuatu yang menutupi tubuhnya dilepas, anak malah menggigil." Jika hal itu benar terjadi, waspadalah. Mungkin, suhu yang meningkat itu merupakan demam.

  3. Pakaikan baju bayi yang sesuai untuk iklim tropis, seperti katun atau bahan-bahan yang menyerap keringat. Gantilah secepat mungkin baju bayi yang basah oleh keringat.

  4. Setelah itu, ukur suhu anak dengan termometer. Jika hasilnya menunjukkan angka 36-37,5 derajat Celcius, berarti ia masih normal. Jika lebih dari 37,5 derajat Celcius, kemungkinan anak demam. Jika sampai 39 derajat Celcius berarti dia sudah demam tinggi, apalagi jika sampai 40 derajat Celsius lebih, bisa jadi dia mengalami hipertermia..

  5. Untuk membedakan gerah dengan sakit, cara praktisnya adalah dengan meraba badan anak, apakah suhu tubuhnya sama atau lebih tinggi dari tubuh kita. "Tapi cara ini tetap tidak menjamin. Paling tepat, ukur dengan termometer," anjur Anna.




BAYI KECAPEKAN

Kita pun perlu mengetahui ciri bayi yang mengalami kelelahan. Biasanya ini terjadi bila kualitas tidurnya kurang, terlalu sering digendong, atau terlalu lama bermain. Menurut Anna, umumnya anak yang mengalami kecapekan pasti akan tidur dengan sendirinya. Namun demikian, hal itu bisa dilihat secara lebih menyeluruh.

Ciri-cirinya:

  1. Bayi rewel. Bila setelah diajak berjalan-jalan dan diteteki tetap rewel, bisa jadi anak itu kecapekan. Tenangkan dia dengan cara membuatnya nyaman, supaya dia bisa tertidur dengan pulas. Mungkin juga dia mencari tempat tidur.

  2. Tatapan matanya sayu, tidak bergairah, atau layu. Namun, menurut Anna, ciri ini tidak selalu menjamin bahwa si bayi memang kecapekan. Bisa jadi ia sedang sakit. Karena itulah pahami betul anak kita secara baik. Periksa selalu kondisi fisik dan suhu tubuhnya, termasuk fesesnya. Jika kita curiga, cepatlah bawa ke dokter. Harus diingat, terlalu sering kecapekan akan menurunkan daya tahan tubuh dan kemudian mengundang penyakit.



BAYI KEDINGINAN

Ciri-cirinya pada bayi baru lahir/neonatus

  1. Anak menggigil, walau biasanya ciri ini tak mudah terlihat pada bayi kecil.

  2. Kulit anak terlihat belang-belang, merah campur putih atau timbul bercak-bercak.

  3. Anak terlihat apatis atau diam saja.

  4. Lebih parah lagi, anak menjadi biru yang bisa dilihat pada bibir dan ujung jari-jarinya.

  5. Jika hal tersebut tetap saja dibiarkan, anak bisa berhenti bernapas.

  6. Puncaknya, anak bisa terkena hipotermia dan meninggal.



Namun, orang tua tak perlu terlalu khawatir. Biasanya, indikasi pertama sudah bisa terlihat oleh perawat maupun dokter yang kemudian menanganinya dengan mengambil tindakan penghangatan atau heatradian (disinar oleh cahaya lampu biasa dan diselimuti). Kalau perlu dengan menggunakan kasur penghangat.

"Sekalipun begitu, untuk memastikan, sebaiknya bayi langsung diukur suhu badannya dengan termometer. Kalau angkanya di bawah 35 derajat Celcius, berarti anak terkena hipotermia, sebab suhu normal manusia adalah 36-37,5 derajat Celcius," ujar Anna.

Untuk bayi di atas 1 bulan

Sekalipun kini bayi sudah lebih kuat dibandingkan sebelumnya, jika suhu lingkungan begitu rendah dan tidak membuatnya nyaman, kemungkinan besar si anak juga kedinginan. Ciri-cirinya, menurut Anna, ada yang bisa dideteksi secara kasat mata, ada juga yang mesti dengan perabaan.

  1. Yang bisa dideteksi secara kasat mata: (Kondisi bayi tak jauh berbeda dari bayi neonatus yang kedinginan). Cirinya:

    • Ia cenderung diam saja.

    • Kulit anak terlihat belang-belang, merah campur putih atau berbercak-bercak.

    • Anak menjadi biru dengan ciri, bibir dan ujung jari-jarinya membiru. Jika dibiarkan, anak bisa berhenti bernapas. Puncaknya, anak bisa mengalami hipotermia. Jika tidak segera ditangani, bisa terjadi kematian. "Hanya saja kalau bayi neonatus akan lebih cepat birunya. Sementara pada bayi yang lebih besar akan agak lama perubahannya," ujar Anna.


  2. Yang bisa dideteksi dengan perabaan

    • Tangan dan telapak tangannya terasa dingin, begitu juga telapak kakinya.

    • Tubuhnya lebih dingin dari tubuh kita. Untuk memastikannya, Periksalah dengan termometer yang dipasang di anus.



Atasi kedinginan ini dengan memberinya selimut. Hangatkan pula suhu lingkungan atau ruangan dimana bayi berada. Bisa dengan mematikan AC atau menghangatkan tubuh anak dengan lampu 60 watt yang ditempatkan di atas tempat tidurnya. Jaraknya kurang lebih 1,5 meter dari tubuh anak.

Peluklah anak dengan kasih sayang, "Malah inilah cara yang terbaik," kata dokter yang berpraktek juga di Klinik Anakku Cinere. Hanya saja, saat tidur lebih baik anak dihangatkan dengan lampu. Jauh lebih baik lagi jika kasur anak pun menggunakan penghangat. Jika suhu tubuhnya tak kunjung normal, segeralah bawa si kecil ke dokter terdekat.

SUMBER: NAKITA

Diare dan Disentri pada Balita

DISENTRI

Bila sikecil tampak lemas karena bolak balik buang air besar disertai suhu tubuh yang tinggi dan nyeri tiap mengeluarkan kotoran dan feses dibarengin darah dan lendir , kalau iya maka ini merupakan gejala disentri. Menurut dr.Hadjat S. darah dan lendir adalah gejala disentri yang paling utama. Sindroma disentri dapat disebabkan oleh semua mikroba, bakteri atau parasit. Bisa juga karena intoleransi laktosa . Sindroma disentri umumnya disebabkan karena adanya kuman shigella dan parasit entamoeba histolityca, walau kuman penyebabnya berbeda namun kedua infeksi itu menunjukkan adanya feses berdarah dan berlendir. Sindroma disentri merupakan salah satu jenis diare akut.

Sindroma disentri dapat menular melalui berbagai cara dan media, sindrome ini banyak dialami dimasa balita, namun jarang menimpa anak usia dibawah satu tahun karena pada usia ini pengawasan orang tua sangatlah ketat.

Komplikasi Disentri
komplikasi disentri biasa terjadi akibat adanya faktor resiko pada anak yang tidak mendapat ASI, berstatus gizi buruk atau sedang menderita campak. Komplikasi berawal dari melunaknya dinding usus sehingga bakteri shigella dapat menginvasi jauh kedalam, luka yang terjadi didinding usus menjadi semakin parah karena tercemar racun yang dihasilkan bakteri tadi, sehingga memicu terjadinya perforasi usus atau usus pecah yang ditandai dengan feses bercampur darah.

Pengobatan
Dokter akan memberikan antibiotik sesuai dengan gambaran klinis diare, tes laboratorium diperlukan untuk mengetahui tanda2 ketahanan kuman dan jenis disentri. Namun biasanya dokter akan memberikan antibiotik selama 5-7 hari.

Pemberian makanan untuk penderita disentri haruslah yang lunak dan tidak memiliki rasa yang tajam, serta harus berprotein tinggi karena diperlukan untuk proses penyembuhan, pemberian air minum yang banyak sangat dianjurkan agar tidak terjadi dehidrasi.

Kondisi bertambah parah Apabila kondisi si sakit makin lemah, tidur terus menerus, perut kembung, demam tak kunjung turun, diare yang makin sering disertai darah yang banyak segeralah bawa anak ke rumah sakit mungkin telah terjadi komplikasi, dalam hal ini maka pasien perlu penangan lebih jauh dan perawatan intensif di rumah sakit.


DIARE

Diare merupakan keadaan dimana seseorang menderita mencret-mencret, tinjanya encer dan kadang muntah-muntah. Diare juga disebut dengan muntaber ( muntah berak), muntah mencret atau muntah bocor, kadang tinja penderita mengandung darah dan lendir dan diare juga menyebabkan cairan tubuh terkuras keluar melalui tinja. Bila penderita diare banyak sekali kehilangan cairan tubuh maka hal ini dapat menyebabkan kematian terutama pada bayi dan anak-anak usia dibawah lima tahun.

Penyebab diare
penyebab diare yang terpenting adalah:
  • karena adanya peradangan usus: karena kolera, disentri, bakteri-bakteri lain, virus dsb.

  • karena kekurangan gizi: kelaparan, kekurangan zat putih telur

  • karena keracunan makanan

  • karena tak tahan makanan tertentu: karena bayi/anak tak tahan meminum susu yang mengandung lemak atau laktosa.



Terjadinya diare
Diare dapat ditularkan melalui tinja yang mengandung kuman diare. Air sumur atau air tanah yang telah tercemar kuman diare, atau makanan dan minuman yang telah terkontaminasi kuman diare, atau tidak mencuci tangan sebelum memberikan makan/minum pada bayi/anak, memasak dll yang tanpa disadari sebenarnya tangan telah terkontaminasi kuman diare yang tak tampak oleh mata telanjang.

Cara menolong penderita diare
Minumlah garam oralit untuk mencegah terjadinya kekurangan cairan tubuh karena diare, minumlah cairan oralit sebanyak mungkin penderita mau. Berikan minuman/ jus buah yang disukai anak, tetap susui bayi yang menderita diare karen asi terbukti memberikan perlindungan dan ketahanan bagi anak.

Bila diare tidak kunjung berhenti segeralah bawa anak ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Cara mencegah diare
  • Buang airlah ditempatnya dan tidak disembarang tempat, latih anak untuk buang air dikakus

  • Cuci tangan sebelum makan dan sesudah makan.

  • Cuci tangan sebelum memasak makanan dan pastikan tangan anda selalu bersih ketika memberikan makan pada bayi atau balita. Pastikan peralatan makan dan minum anak bersih dan tidak terkontaminasi kuman apapun juga. Untuk bayi usahakan

  • Selalu memasak/merebus peralatan makan dan minumnya terlebih dahulu.

  • Minum dan makanlah makanan yang sudah dimasak. Hindari memberikan makanan setengah masak/setengah matang pada anak.

  • Pastikan air yang dimasak benar-benar mendidih.

  • Berikanlah ASI selama mungkin kepada anak, disamping pemberian makanan lainnya.

  • Bayi yang minum susu botol lebih mudah terserang diare dari pada bayi yang disusui ibunya.

  • Tetap menyusui anak walaupun anak terserang diare.

  • Pastikan tangan sipengasuh tetap bersih ketika mengasuh anak atau memberikan makan dan minum pada anak.

  • Jaga kebersihan diri dan kebersihan lingkungan tempat tinggal.

Mengapa Anak Terus Panas-batuk-pilek?

Oleh: Prof. Iwan Darmansjah

Seorang bayi seharusnya jarang sakit, karena masih ditopang imunitas tinggi sewaktu dikandung atau menyusu ibunya. Penyakit sehari-hari seperti flu (yang ditandai panas-batuk-pilek), penyakit virus lain, atau bahkan infeksi kuman dapat ditolaknya. Sejak lama fakta ini telah disadari. Coba saja, bila bayi Anda tinggal serumah dengan seorang penderita campak, maka biasanya ia tidak akan gampang tertular.

Namun nyatanya, banyak anak dan bayi menjadi pelanggan dokter setiap 2 - 3 minggu karena penyakit yang sama: bolak-balik demam, batuk, dan pilek. Tentu banyak orang tua bosan. Mereka menggugat, "Mengapa ini harus terjadi, sedangkan semua kebutuhan anak saya telah dicukupi?"

Pencetus penyakit pada anak memang sulit ditentukan, karena dapat bermacam-macam, misalnya lingkungan kurang sehat, polusi tinggi, dan ada perokok di rumah. Penggunaan penyejuk udara (AC) di malam hari bisa menimbulkan alergi suhu dingin, sehingga hidung anak mampet, sehingga ia bernafas lewat mulut. Kipas angin dipasang di kamar tidur yang lalu meniup debu ke segala penjuru kamar. Belum lagi penularan virus di sekolah dan tempat ramai seperti mal. Juga perawat yang sedang batuk - pilek. Tak langka pula kejadian sakit gara-gara anak mengonsumsi makanan ringan tidak sehat yang membuat tenggorokan menggelitik.

Batuk - pilek beserta demam yang terjadi sekali-kali dalam 6 – 12 bulan sebenarnya masih dinilai wajar. Tetapi observasi menunjukkan bahwa kunjungan ke dokter bisa terjadi setiap 2 - 3 minggu selama bertahun-tahun. Bila ini yang terjadi, maka ada dua kemungkinan kesalahkaprahan dalam penanganannya. Pertama, pengobatan yang diberikan selalu mengandung antibiotik. Padahal 95% serangan batuk-pilek dengan atau tanpa demam disebabkan oleh virus, dan antibiotik tidak dapat membunuh virus. Selain mubazir, pemberian antibiotik kadang-kadang justru menimbulkan efek sampingan berbahaya. Kalau dikatakan akan mempercepat penyembuhan pun tidak, karena penyakit virus memang bakal sembuh dalam beberapa hari, dengan atau tanpa antibiotik. Hal ini telah dibuktikan dengan studi terkontrol (membandingkan dengan plasebo, alias obat bohong) berulang kali sejak ditemukannya antibiotik di tahun 1950 - 1960-an. Hasilnya selalu sama sehingga tidak perlu diragukan lagi kebenarannya.

Di lain pihak, antibiotik malah membunuh kuman baik dalam tubuh, yang berfungsi menjaga keseimbangan dan menghindarkan kuman jahat menyerang tubuh. Ia juga mengurangi imunitas si anak, sehingga daya tahannya menurun. Akibatnya anak jatuh sakit setiap 2 - 3 minggu dan perlu berobat lagi. Orang tuanya lalu langsung membeli antibiotik di apotik atau pasar hanya karena setiap kali ke dokter mereka diberi obat tersebut.

Lingkaran setan ini: sakit antibiotik imunitas menurun sakit lagi , akan membuat si anak diganggu panas-batuk-pilek sepanjang tahun, selama bertahun-tahun. Komplikasi juga sering akan terjadi, yang akhirnya membawa anak itu ke kamar perawatan di rumah sakit. Pengalaman menunjukkan, bila antibiotik dicoret dari resep (sementara obat batuk-pilek yang adekuat diberikan), setelah 1 - 3 bulan si anak tidak akan gampang terserang penyakit flu lagi. Pertumbuhan badannya pun menjadi lebih baik.

Salah kaprah kedua ialah gejala batuk - pilek yang tidak diobati secara benar; artinya, siasat pengobatan perlu diubah. Ini lantaran obat jadi yang dijual di apotek tidak selalu dapat mengatasi masalah setiap penderita. Bahkan sering terjadi, batuk - pilek malah menjadi lebih parah dan berkepanjangan.

Suatu perubahan dalam resep, yang mendasar dan individual, perlu dilakukan untuk memutus lingkaran setan panas-batuk-pilek ini. Yang utama ialah menghentikan antibiotik, tidak memberikan kortikosteroid secara terus-menerus, menghentikan pemberian obat penekan batuk dan menggantinya dengan bronkodilator, serta memberikan campuran obat pilek yang baru. Efedrin dosis kecil - dicampur dengan antihistamin yang efektif - merupakan obat pilek terbaik. Pseudo-efedrin, fenilpropanolamin, atau etilefrin yang lebih sering dijumpai dalam obat-jadi, tidak lebih baik dari efedrin, walaupun lebih mahal. Semua obat lain yang ternyata tidak terbukti efektif perlu dihentikan.

Terakhir, yang tidak kalah penting, carilah faktor pencetus yang dicantumkan di awal tulisan ini. Bila ditemukan, hindarilah. Selamat mencoba. Semoga anak Anda tidak perlu lagi begitu sering berobat karena flu!

Pencetus baru telah saya temukan diantara beberapa pasien anak. Ternyata orang tua jaman ini sering entertain anaknya di Mal. Kasus pertama, anaknya terus sakit, pun bila sebelumnya sangat sehat. Berikut ini sms-nya berbunyi setelah saya tanyakan "apa yang terjadi sebelumnya?" "Nga ada tanda lain. Tadi siang jam 2 BAB-nya baik, BAK banyak & kuning tua. Dari jam 11 jalan2 di mal (Pl. Senayan) sampai jam 4 sore, dia ngeluh pusing & cape". Saya menjawab bahwa Mal bukan tempat rekreasi yang sehat; pantesan pulang demam tinggi sampai 2 hari. Dengan hanya parasetamol akhirnya panas hilang dan terus sembuh. Pasien lain cerita hal yang sama, anaknya bermain dengan ayahnya (ibu di rumah karena banyak kerjaan), namun dari jam 10-an sampai jam 9 malam. Berapa banyak orang tua di kota Jakarta ini berbuat demikian untuk 'mengangin2'-kan anaknya? Sebagian besar akan berakhir dengan panas, batuk, pilek, berak2, dan muntah secara akut. Jelas Mal bukan tempat rekreasi yang sehat, karena penuh dengan virus dan kuman.

Rabu, 08 April 2009

ASI Peras, Solusi Untuk Ibu Bekerja

Jadi, Bu, tak ada alasan untuk tak memberi ASI eksklusif pada si kecil. Sangat dianjurkan menyimpan ASI peras di lemari es karena tahan 2 hari dan kualitasnya pun tak berubah. Sekitar 70 persen ibu di Indonesia bekerja. Ini berarti, banyak ibu yang tak bisa menyusui. Namun bukan berarti si kecil tak bisa mendapatkan ASI sama sekali. Toh, ASI bisa diperas. Dengan begitu, si kecil bisa tetap memperoleh ASI, bahkan ASI eksklusif yaitu hanya ASI tanpa makanan tambahan apa pun hingga si kecil berusia 6 bulan. Hanya sayang, ASI peras tak bisa menggantikan tindakan menyusui itu sendiri. Seperti diketahui, tindakan menyusui punya banyak pengaruh untuk pertumbuhan mental dan fisik bayi. "Kalau saja semua bayi mendapatkan exclusive breast feeding minimal 4 bulan, saya yakin tak akan ada tawuran seperti sekarang ini.

Karena anak-anak yang diberi ASI akan tumbuh menjadi anak yang kepribadiannya baik, lantaran mereka tumbuh dalam keadaan yang dinamakan secure attachment, suatu suasana yang aman, hingga mereka akan mempunyai kepribadian yang baik," tutur dr. Utami Roesli, SpA, MBA. Itu sebab, ASI peras hanya dianjurkan bagi bayi-bayi yang ibunya bekerja. "Bila ibu tak bekerja atau si bayi bisa dibawa ke tempat di mana ibunya berada, harus diusahakan breast feeding atau menyusui langsung, bukan ASI peras," lanjut ketua Lembaga Peningkatan Penggunaan Air Susu Ibu RS Sint. Carolus, Jakarta ini. Jadi, Bu, hanya bila situasi dan kondisinya tak memungkinkan untuk menyusui langsung, barulah si kecil boleh diberi ASI peras/perah. "Ibaratnya, tak ada rotan, akar pun jadi."

POMPA PISTON
Namun sebelum kita memberikan ASI peras pada si kecil, ada beberapa "aturan" yang penting diperhatikan. Pertama, sebelum si kecil berusia 4 bulan, sebaiknya ASI peras/perah yang diberikan jangan menggunakan dot dulu karena si kecil akan "bingung puting." Maksudnya, ia akan susah untuk kembali menyusu dengan benar pada payudara ibu. Kedua, bila sudah berada satu atap lagi dengan si kecil, hendaknya ASI peras yang masih ada jangan diberikan lagi, tapi bayi harus menyusu langsung pada ibu. Bukankah tindakan menyusui adalah rotan? Jadi, bila ada rotan, mengapa harus menggunakan akar? Adapun cara "menabung" ASI peras, yang paling baik dan efektif dengan menggunakan alat pompa ASI elektrik. Hanya saja, harganya relatif mahal.
Lagi pula, masih ada cara lain yang lebih terjangkau bila punya dana lebih, yaitu piston atau pompa berbentuk suntikan. Prinsip kerja alat ini memang seperti suntikan, hingga memiliki keunggulan, yaitu setiap jaringan pompa mudah sekali dibersihkan dan tekanannya bisa diatur. Ironisnya, pompa-pompa yang ada di Indonesia jarang sekali berbentuk suntikan, lebih banyak berbentuk squeeze and bulb. Padahal, harga kedua pompa tersebut relatif sama. Namun bentuk squeeze and bulb tak pernah dianjurkan banyak ahli ASI. Soalnya, pompa seperti ini sulit dibersihkan bagian bulb-nya (bagian belakang yang bentuknya menyerupai bohlam) karena terbuat dari karet hingga tak bisa disterilisasi. Selain itu, tekanannya tak bisa diatur, hingga tak bisa sama/rata.

MEMERAH DENGAN JARI
Tentu saja ada yang lebih murah ketimbang pompa-pompa ASI tadi, yaitu memerah dengan jari. Cara back to nature ini amat sederhana dan tak perlu biaya. Namun agar hasil perahannya memuaskan, kita perlu mengenal sedikit anatomi payudara. Seperti dijelaskan Utami, payudara terdiri tiga komponen yang prinsipil, yaitu "pabrik" (di daerah berwarna putih), saluran, dan "gudang" (di daerah warna cokelat atau areola) ASI. Ketiganya seperti bejana berhubungan. "ASI diproduksi di 'pabrik'nya yang berbentuk seperti kumpulan buah anggur. Setiap 'pabrik' ASI dilalui otot-otot. Bila otot-otot ini mengkerut, ia akan memompa ASI ke salurannya menuju 'gudang'. Nah, agar pabrik memproduksi ASI lagi, syarat utamanya ASI di 'gudang' harus habis lebih dulu. Bila 'gudang' kosong, barulah 'pabrik' akan mengisinya kembali, begitu seterusnya," papar Utami. Jadi, pada prinsipnya kita harus bisa mengeluarkan ASI yang ada di "gudang". Caranya, tempatkan tangan kita di salah satu payudara, tepatnya di tepi areola. Posisi ibu jari terletak berlawanan dengan jari telunjuk. Tekan tangan ke arah dada, lalu dengan lembut tekan ibu jari dan telunjuk bersamaan. Pertahankan agar jari tetap di tepi areola, jangan sampai menggeser ke puting. Ulangi secara teratur untuk memulai aliran susu. Putar perlahan jari di sekeliling payudara agar seluruh saluran susu dapat tertekan. Ulangi pada sisi payudara lain, dan jika diperlukan, pijat payudara di antara waktu-waktu pemerasan. Ulangi pada payudara pertama, kemudian lakukan lagi pada payudara kedua. Letakan cangkir bermulut lebar yang sudah disterilkan di bawah payudara yang diperas.

CARA MENYIMPAN
Sebenarnya, tutur Utami, memerah ASI hampir sama dengan mengeluarkan pasta gigi. Bila kita hanya menekan ujung pasta gigi, tentu pastanya tak akan keluar. Jadi, kita harus menekan agak ke belakang. "Bila tak keluar banyak, kemungkinan teknik ibu salah. Mungkin cara memerah susunya seperti melakukan massage payudara. Ini tak akan mengeluarkan ASI, karena yang ditekan pada massage payudara adalah 'pabrik' ASI bukan 'gudang'nya. Kan, kita tak bisa langsung mengeluarkan ASI dari 'pabrik' tapi harus melalui 'gudang' dulu." Jadi, bila tekniknya sudah benar, lama-kelamaan memerah ASI akan menjadi pekerjaan biasa.
Waktu yang dibutuhkan pun tak sampai setengah jam, tapi susu yang terkumpul bisa mencapi 500 cc, lo. Setelah diperah, ASI harus di simpan dengan baik agar dapat bertahan lama. Menurut Utami, di udara terbuka, ASI perah bisa tahan 6-8 jam, tapi bila ditaruh di kantong plastik lalu dimasukan termos dan diberi es batu, akan tahan kira-kira 1X 24 jam. Lain lagi bila ASI perah dimasukan di lemari es, bisa tahan 2X24 jam. Sedangkan bila dimasukkan dalam freezer, bisa tahan 3 bulan. Namun dari semua cara penyimpanan tadi, lebih dianjurkan untuk memasukkan ASI ke dalam termos dan lemari es. "Sudah dibuktikan, lo, ASI perah yang dimasukkan ke termos dan lemari es tak mengalami perubahan komposisi gizi sama sekali. Hanya mungkin warna dan bentuknya saja yang berubah." Tak demikian halnya jika dimasukkan dalam freezer, "ASI akan mengalami perubahan dalam hal jumlah imunoglobulin, yaitu protein molekul yang berfungsi sebagai daya tahan tubuh, karena ada yang mati akibat kedinginan."

SUAPI PAKAI SENDOK
Selanjutnya, ketika ingin memberikan ASI perah pada si kecil, kita harus menghangatkannya dulu. Namun jangan dipanaskan di atas api, lo, karena mengakibatkan beberapa enzim penyerapan mati kepanasan. Beberapa buku dari luar menganjurkan untuk menyiram ASI dengan running tap water, tapi di Indonesia, kan, jarang ada keran yang berisi air hangat. Jadi cukup dengan mangkuk yang diisi air hangat (suhu airnya sama dengan suhu air yang biasa kita gunakan untuk mandi atau suhu tubuh). Adapun lama penghangatan tergantung suhu ASI, tapi prinsipnya buatlah suhu ASI seperti suhu tubuh karena akan menyerupai ASI yang dikeluarkan langsung. Nah, setelah selesai bisa langsung diberikan pada bayi. Namun cara pemberiannya jangan pakai botol susu dan dot, melainkan disuapi pakai sendok.

Kalau si kecil langsung menyusu dari botol, lama-lama ia jadi "bingung puting". Jadi, ia hanya menyusu di ujung puting seperti ketika menyusu dot. Padahal, cara menyusu yang benar adalah seluruh areola ibu masuk ke mulut bayi. Jadi, kalau si kecil sudah "bingung puting", tak heran bila ia gagal mengeluarkan ASI di "gudang"nya. Salah satu tanda posisi si kecil salah menyusu ialah payudara ibu lecet. Akhirnya, si kecil jadi ogah menyusu langsung dari payudara lantaran ia merasa betapa sulitnya mengeluarkan ASI. Sementara kalau menyusu dari botol, hanya dengan menekan sedikit saja dotnya, susu langsung keluar. Tak usah cemas si kecil akan kekurangan ASI berapapun jumlah ASI perah yang dikeluarkan. Memang, pada awalnya si kecil akan gelisah dengan jumlah yang mungkin lebih sedikit dari biasanya, tapi bayi akan cepat beradaptasi, kok. "Maksimal pada hari keempat, bayi akan sudah terbiasa.

Seberapa pun ASI yang ada, akan diminum. Kalau ditinggali 500 cc, akan diminum; begitu juga 300 cc, bahkan 200c. Namun ketika ibunya datang, ia akan minum habis-habisan. Jadi, bayi tak akan kekurangan ASI. Itu sudah dibuktikan, lo," tutur Utami. Nah, Bu, tak ada lagi yang perlu dicemaskan, bukan? Ingat, lo, meski bunda bekerja, si kecil tetap bisa mendapatkan ASI ekslusif!

Jangan Cepat-Cepat Mengganti Asi Dengan Susu Formula
Banyak ibu mengira ASI-nya sedikit hingga si kecil pun diberikan susu formula. Padahal, tegas Utami, tak ada ibu yang kekurangan ASI. "Jika bayi kekurangan ASI, bukan lantaran ibunya yang tak bisa memproduksi susu sebanyak yang diperlukan bayi, melainkan bayinya yang tak bisa mengambil dari si ibu sebanyak yang diperlukan," terangnya. Jadi, jangan dibalik, ya, Bu! Nah, mengapa si kecil tak bisa mengambil ASI sebanyak yang ia perlukan, tak lain lantaran cara menyusunya yang salah. Jadi, kalau si kecil harusnya memperoleh ASI sebanyak 100 cc, misal, tapi karena cara menyusunya salah hingga yang didapat cuma 50 cc, akibatnya yang dipasok "pabrik" pun cuma 50 cc. Itu sebab, harus diperhatikan betul cara menyusu pada si kecil. Yang benar, seperti sudah diutarakan di atas, yaitu seluruh areola ibu masuk ke mulut si kecil. Faktor lain yang membuat si kecil kekurangan ASI lantaran ibu mengintervensi bayinya dengan macam-macam. Antara lain, begitu lahir si kecil langsung diberi susu formula yang sebetulnya enggak perlu. Belum lagi ketika memberi ASI perah pakai botol susu dan dot, bukan disuapi pakai sendok.

Persiapan Memerah
Waktu yang paling tepat untuk memerah ASI ketika payudara sedang penuh, bisa diulang kembali sekitar 3-4 jam. * Alat-alat yang akan digunakan untuk memerah harus dibersihkan/disetrilisasi lebih dulu. Sebaiknya selesai memerah, alat-alat tersebut langsung dibersihkan hingga tetap terjaga kebersihannya. * Ketika memerah, sebaiknya ibu dalam keadaan tenang dan nyaman. Pilih ruangan yang memungkinkan ibu tak terganggu apa pun. Lebih baik lagi bila si kecil ada yang menjaga hingga konsentrasi ibu tak terganggu. * Cuci tangan dengan sabun dan air tiap kali hendak mulai memerah, sedangkan payudara cukup dicuci dengan air. Jangan gunakan sabun atau apa pun pada puting.

Minumlah satu gelas air/sari buah/susu/secangkir sup atau kacang ijo sebelum memerah ASI.

Kiat Memberi ASI Eksklusif Pasca Cuti

Masa cuti berakhir. Padahal masa pemberian ASI eksklusif pada bayi belum berakhir. Bisakah ASI Eksklusif dilanjutkan? Mia resah. Bayinya baru berusia 3 bulan, masih dalam masa pemberian ASI Eksklusif sampai buah hatinya berusia 6 bulan, namun masa cuti kerjanya sudah berakhir. "Bagaimana melanjutkan ASI eksklusifnya. Masa sih harus dicampur dengan susu formula. Sayang kan?"

Benar! Alangkah sayangnya dan ruginya jika pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif sampai gagal. Pernahkah melihat bayi macan diberi makan daging? Atau, bayi kambing atau sapi, makan rumput? Sebelum usianya cukup, semua bayi mamalia makan air susu, termasuk bayi manusia.
Usia cukup bagi bayi manusia untuk mendapat makanan lain selain air susu ibu adalah setelah 6 bulan. Dari usia 0 hingga 6 bulan bayi harus mendapat ASI eksklusif, yakni pemberian ASI murni tanpa bayi diberi tambahan lain seperti cairan air putih, teh, madu, buah-buahan, maupun makanan tambahan seperti bubur susu atau bubur saring dsb., sampai usia bayi 6 bulan, menurut hasil penelitian, positif membuat bayi mendapat nutrisi terbaik; meningkat daya tahan tubuhnya, meningkat kecerdasannya, dan meningkat jalinan kasih (bonding) dengan bunda (dan ayah).

Sayangnya, seperti Mia yang bekerja, juga Mia-Mia yang lain, masa cuti melahirkan hanya 3 atau 4 bulan saja. Masih ada ada 2 - 3 bulan lagi untuk memberikan ASI Eksklusif. Itu memang dilema. Bagaimana melanjutkan pemberian ASI eksklusif atau hanya malam hari memberi ASI, siang dengan susu formula?

Beri ASI Perah
Namun, Dr. Utami Roesli SpA, MBA.IBCLC, pakar ASI, meyakinkan bahwa setelah masa cuti berakhir, ibu masih bisa memberikan ASI eksklusif. "Rugi sekali jika ibu hentikan. Sebab, usus bayi usia 3 bulan belum siap mencerna makanan selain air susu ibu. Selain itu. ASI merupakan sumber gizi ideal dengan komposisi seimbang, yang jika diberikan secara eksklusif bayi akan lebih sehat dan lebih cerdas dibanding bayi yang tidak mendapatkannya," tegas Utami.

Untuk buah hati tercinta, seharusnya bekerja di luar rumah bukanlah halangan untuk memberikan yang terbaik untuknya, termasuk memberikan ASI secara eksklusif. "Ibu tetap bisa memberikan ASI perah, yakni ASI yang diperas dari payudara, lalu diberikan pada bayi saat ibu bekerja di kantor," ujar Utami yang juga ketua Lembaga Peningkatan dan Pengembangan (LPP) ASI Rumah Sakit St. Carolus.

ASI perah adalah ASI yang diambil dengan cara diperas dari payudara untuk kemudian disimpan dan nantinya diberikan pada bayi. Apa tidak basi? Menurut Utami, sampai waktu tertentu dan dengan penyimpanan yang benar, ASI tidak akan basi. Misalnya, ASI tahan disimpan di dalam suhu ruangan sampai 6 jam. Jika disimpan di thermos yang diberi es batu, bisa tahan hingga 24 jam. Bahkan, kalau disimpan di kulkas ketahanannya meningkat hingga 2 minggu dengan suhu kulkas yang bervariasi. Jika disimpan di frezeer yang tidak terpisah dari kulkas, dan sering dibuka, ASI tahan 3-4 bulan. Sedangkan pada freezer dengan pintu terpisah dari kulkas dan suhu bisa dijaga dengan konstan, maka ketahanan ASI mencapai 6 bulan.

Memerah ASI bukanlah hal yang sulit, bahkan tidak selalu membutuhkan alat khusus atau pompa ASI. Cukup dengan pijitan dua jari sendiri, ASI bisa keluar lancar car! Memang membutuhkan waktu, yakni masing-masing payudara 15 menit. ASI ini bisa diberikan untuk bayi keesokan harinya. Tampung ASI tersebut di sebuah wadah, misalnya plastik gula, lalu tandai setiap wadah dengan spidol sesuai waktu pemerahan, misal plastik pertama, kedua, dst. Berikan pada bayi sesuai urutan pemerahan.

Persiapan dan Pemberian Untuk memberi bayi ASI perahan, jauh-jauh hari sebelum masa cuti berakhir ibu memang harus menyiapkan diri sendiri dan bayi. Apalagi jika si buah hati merupakan anak pertama. Beratnya meninggalkannya memang luar biasa. Apalagi siang hari tak bersamanya dan tak menyusuinya pasti berat. Di kantor, saat payudara membengkak karena produksi ASI tak disusu bayi, ingatan ibu pastilah pada buah hati di rumah.

Mempersiapkan diri sendiri menjadi penting. Pertama, adalah mempersiapkan mental untuk meninggalkan bayi dan memupuk rasa percaya bahwa ia akan baik-baik saja di rumah. Kedua, persiapan dengan mulai belajar memerah dua minggu sebelum cuti berakhir. Ketika bayi tidur dan payudara mulai terasa membengkak, segera perahlah payudara lalu simpan di kulkas. Esok siang, ASI perah tersebut bisa ibu berikan pada bayi.

Sedangkan untuk mempersiapkan bayi, ibu harus memulai membiasakan bayi diberi ASI perahan dengan sendok, bukan botol susu. "Berikan dengan cara menyuapinya dengan sendok agar bayi tidak bingung putting. Sampai bayi usia 5 bulan, bisa terjadi bingung putting," tegas Utami. Bingung putting terjadi, jika ibu yang biasa memberi Asi lewat payudara, lalu bayi disusui dengan botol, maka ketika akan diberikan lewat payudara lagi bayi kemungkinan menolaknya. Ini lantaran, dot botol lebih lancar mengeluarkan susu dibandingkan lewat payudara.

Persiapkan Mental 'Pengasuh' Tetap memberi ASI selama ibu bekerja di kantor berarti ibu harus memupuk kerjasama dengan pengasuh. Ini bukan hal mudah. Apalagi jika yang ibu percayai merawatnya adalah orangtua sendiri atau mertua. Kalau mereka tidak punya pemahaman yang sama tentang pemberian dan manfaat ASI eksklusif, ditambah pengalaman mereka dulu mungkin menyusui sambil dicampur susu atau makanan padat, akan sedikit menyulitkan.

"Tapi, jangan menyerah. Pelan-pelan jelaskan sama ibu atau ibu mertua tentang pentingnya ASI eksklusif, dan bahwa usus bayi belum siap mencerna makanan. Begitu juga jelaskan pada pengasuh, kerjasama orangtua dengan pengasuh di rumah ini juga menentukan keberhasilan menyusui secara eksklusif," tegas Utami.

Memang di hari-hari pertama pemberian susu perah dengan sendok, bayi mungkin menolaknya. Ia bahkan bisa cemas dan gelisah. Namun, janganlah khawatir, 3 atau 4 hari setelahnya bayi akan terbiasa. Itu sebabnya, sebelum masa cuti berakhir bayi perlu dilatih disuapi susu dengan sendok. Jadi, tak perlu resah jika harus kembali bekerja, bukan?

Pemberian ASI Perahan
Ambil ASI berdasarkan waktu pemerahan (yang pertama diperah yang diberikan lebih dahulu). Jika ASI beku, cairkan di bawah air hangat mengalir. Untuk menghangatkan, tuang ASI dalam wadah, tempatkan di atas wadah lain berisi air panas. kocok dulu sebelum mengetes suhu ASI. Lalu tes dengan cara meneteskan ASI di punggung tangan. Jika terlalu panas, angin-anginkan agar panas turun. Jangan gunakan oven microwave untuk menghangatkan agar zatzat penting ASI tidak larut/hilang. Berikan dengan sendok.

Simpan ASI Praktis dan Awet
Taruh ASI dalam kantung plastik polietilen (misl plastik gula); atau wadah plastik untuk makanan atau yang bisa dimasukkan dalam microwave, wadah melamin, gelas, cangkir keramik. Jangan masukkan dalam gelas plastik minuman kemasan maupun plastik styrofoam. Beri tanggal dan jam pada masing-masing wadah. Dinginkan dalam refrigerator (kulkas). Simpan sampai batas waktu yang diijinkan (+ 2 minggu). Jika hendak dibekukan, masukkan dulu dalam refrigerator selama semalam, baru masukkan ke freezer (bagian kulkas untuk membekukan makanan), gunakan sebelum batas maksimal yang diijinkan. (+3-6 bulan) Jika ASI beku akan dicairkan, pindahkan ASI ke refrigerator semalam sebelumnya, esoknya baru cairkan dan hangatkan. Jangan membekukan kembali ASI yang sudah dipindah ke refrigerator.

Jika Ibu mengetahui bahwa dalam 4 jam ke depan ASI hasil pompa/peras tidak akan diberikan pada bayi, maka segeralah simpan di lemari es. ASI ini bias bertahan sampai 8 (delapan) hari dalam suhu lemari es, jika ditempatkan dalam compartment yang terpisah dari bahan makanan lain yg ada di lemari es tsb. Jika lemari es Ibu kebetulan tidak memiliki compartment terpisah untuk menyimpan botol ASI hasil pompa/perasan, maka sebaiknya ASI tersebut jangan disimpan lebih dari 3 x 24 jam. Ibu juga dapat "membuat" compartment terpisah dengan cara menempatkan botol ASI dalam container plastik yang tentunya dibersihkan terlebih dahulu dengan baik.

BERAPA LAMA ASI HASIL POMPA/PERAS BISA DISIMPAN PADA SUHU FREEZER?
ASI hasil pompa/perasan dapat disimpan dalam freezer biasa sampai 3 (bulan) lamanya. Namun Ibu jangan menyimpan ASI ini di bagian pintu freezer, karena bagian ini yang mengalami perubahan dan variasi suhu udara terbesar. Jika Ibu kebetulan memiliki freezer penyimpan daging yang terpisah (biasanya disebut deep freezer) yang umumnya memiliki suhu lebih rendah dari freezer biasa, maka ASI hasil pompa/perasan bahkan dapat disimpan sampai dengan 6 (enam) bulan di dalamnya.

BAGAIMANA CARA MENYIMPAN ASI HASIL POMPA/PERASAN YANG BAIK?

  1. Simpan ASI dalam botol yang telah disterilkan terlebih dahulu

  2. Botol yang paling baik sebetulnya adalah yang terbuat dari gelas/beling,namun jika terpaksa menggunakan botol plastik, pastikanlah bahwa plastiknya cukup kuat (tidak meleleh jika direndam dalam air panas)

  3. Jangan pakai botol susu yang berwarna / bergambar, karena ada kemungkinan catnya meleleh jika terkena panas

  4. Jangan lupa bubuhkan label setiap kali Ibu akan menyimpan botol ASI, dengan mencantumkan tanggal dan jam ASI dipompa/peras

  5. Simpan ASI di dalam botol yang tertutup rapat (jangan ditutup dengan
    dot,karena masih ada peluang untuk berinteraksi dengan udara)

  6. Jika dalam satu hari Ibu memompa/memeras ASI beberapa kali, bisa saja Ibu menggabungkan hasil pompa/perasan tsb dalam botol yang sama, dengan catatan bahwa suhu tempat botol disimpan stabil, antara 0 s/d 15 derajat Celcius). Penggabungan hasil simpanan ini bisa dilakukan asalkan jangka waktu pemompaan/pemerasan pertama s/d terakhir tidak lebih dari 24 jam



BAGAIMANA CARA PEMBERIAN ASI YANG SUDAH DIDINGINKAN KEPADA BAYI?

  • Panaskan ASI dengan cara:
    (a) membiarkan botol dialiri air panas (bukan mendidih) yang keluar dari keran ATAU
    (b) merendam botol di dalam baskom / mangkuk yang berisi air panas (bukan mendidih)

  • Jangan sekali-sekali memanaskan botol dengan cara mendidihkannya dalam panci, menggunakan microwave atau alat pemanas lainnya (kecuali yang memangdi-design untuk memanaskan botol berisi simpanan ASI)

  • Ibu tentunya mengetahui berapa banyak bayi Ibu biasanya sekali meminum ASI. Sesuaikanlah jumlah susu yang dipanaskan dengan kebiasaan tsb. Misalnya dalam satu botol Ibu menyimpan sebanyak 180 cc ASI tetapi bayi Ibu biasanya hanya meminum 80, jangan langsung dipanaskan semua. INGAT bahwa susu yang sudah dipanaskan tidak bisa disimpan lagi!



BAGAIMANA SAYA MENGETAHUI APAKAH ASI YANG DISIMPAN SUDAH BASI?
Sebenarnya jika Ibu mengikuti pedoman pemompaan/pemerasan ASI dan penyimpanan yang baik, ASI tidak akan mungkin basi. Kadang memang setelah disimpan / didinginkan akan terjadi perubahan warna dan rasa, tapi itu tidak menandakan bahwa ASI sudah basi. Asalkan Ibu berada dalam keadaan bersih ketika memompa/memeras, menyimpan ASI dalam botol yang steril & tertutup rapat, dalam jangka waktu yang dijabarkan seperti di atas dan saat memanaskan juga mengikuti petunjuk, mudah-mudahan ASI Ibu terjaga dalam kondisi yang baik.

Dibandingkan susu formula, ASI lebih tahan lama. Pada saat berinteraksi dengan udara luar, biasanya yang terjadi bukan pembusukan ASI tetapi lebih merupakan berkurangnya khasiat ASI, terutama zat yang membantu pembentukan daya imun bayi.

SELAMAT ! Bayi Ibu sungguh beruntung memiliki Ibu yang menyadari betul arti dan manfaat pemberian ASI dalam awal kehidupannya. Semoga ia tumbuh sehat dan selalu berada dalam lindungan Tuhan. Amiin.

ASI Eksklusif Bikin Anak Cerdas Dan Mandiri

Ternyata, memberi ASI bukan sekadar membuat kenyang bayi. Nutrien khususnya membantu otak berkembang optimal. Sementara suasana yang diciptakan akan membentuk anak jadi pribadi yang tangguh. Anak sehat, cerdas, dan berkepribadian baik memang dambaan setiap orang tua. Salah satu langkah awal penting untuk mewujudkannya adalah pemberian makanan pertama dengan kualitas dan kuantitas optimal. Soalnya gangguan gizi pada masa bayi dapat menghambat pertumbuhan otak, yang tentu berpengaruh pada perkembangan kecerdasan bayi. Fakta-fakta ilmiah membuktikan, bayi dapat tumbuh lebih sehat dan cerdas bila diberi air susu ibu (ASI) secara eksklusif pada 4 - 6 bulan pertama kehidupannya. "ASI eksklusif, lebih tepat disebut pemberian ASI secara eksklusif, artinya hanya memberi ASI pada bayi," tutur dr. Utami Roesli SpA.MBA. Bayi tak mendapat tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, juga tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, tim.

Siasati faktor lingkungan Ada dua faktor yang mempengaruhi kecerdasan. Yang pertama adalah faktor genetik atau bawaan dari orang tua. Faktor lain adalah lingkungan. Faktor ini akan menunjang apakah faktor genetik bisa berkembang optimal. Berbeda dengan faktor genetik yang tidak dapat direkayasa, faktor lingkungan punya banyak sisi yang dapat dimanipulasi. Secara garis besar ada tiga jenis faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan. Di antaranya pertumbuhan fisik biomedis otak. Untuk ini, nutrisi berperan sangat penting. Makanan dengan kualitas kadar gizi dan kuantitas yang optimal akan mendukung pertumbuhan otak yang optimal pula.

Selanjutnya, pertumbuhan emosi dan sosial yang mengutamakan pemberian kasih sayang pada anak. Anak yang merasa disayangi akan mudah menyayangi lingkungan. Ia pun mudah bersosialisasi serta menjalin hubungan yang memuaskan. Kebutuhan lain adalah stimulasi atau rangsangan sejak dini, bahkan sejak janin dalam kandungan. Para ahli membuktikan, dengan pemberian stimulasi terus-menerus sampai dua tahun, IQ anak pada usia 4 - 5 tahun dapat
ditingkatkan 15 - 30 poin.

Lompatan Pertumbuhan Otak Kata cerdas selalu segera diasosiasikan dengan otak. Otak, salah satu organ paling penting dalam tubuh manusia, tumbuh sangat cepat selama kehamilan. Otak bayi terbentuk segera setelah pembuahan. Otak bayi lahir telah mencapai pertumbuhan 25% dari otak dewasa, dan mengandung 100 miliar sel otak (neuron), kira-kira sebanyak bintang di Bima Sakti. Di usia setahun, pertumbuhannya mencapai 70% dari otak dewasa, selain itu 70 - 85% neuron yang ada sudah terbentuk secara lengkap. Di usia tiga tahun, otak anak telah sebesar 90% otak dewasa. Pada periode sejak terjadi konsepsi sampai bayi berusia setahun terjadi pertumbuhan otak yang cepat yang dinamai Periode Lompatan Pertumbuhan Otak atau Periode Pertumbuhan Otak Cepat (Brain Growth Spurt). Pada periode ini neuron sangat peka dan sangat dipengaruhi oleh situasi lingkungan. Maka periode ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kecerdasan anak.

Pertumbuhan otak terbagi atas dua stadium. Stadium pertama adalah stadium pembentukan neuron, sedangkan stadium kedua adalah stadium pembesaran dan pematangan neuron. Para pakar membuktikan, segera setelah terjadi pembuahan, mekanisme pembentukan neuron bekerja sangat cepat untuk menghasilkan neuron berjumlah ratusan miliar. Pembentukan ini hanya berlangsung sampai usia kehamilan 5 bulan, setelah itu neuron tak terbentuk lagi. Bila gizi ibu hamil baik, di akhir stadium pertama akan terbentuk neuron muda yang sangat banyak. Setelah itu, pertumbuhan otak hanya mencakup pembesaran neuron yang sudah terbentuk agar lebih lengkap dan kompleks. Cabang-cabang neuron, dendrit dan axon, akan bertambah jumlah dan panjangnya. Selain itu, terjadi penambahan hubungan antarsel. Di fase ini dengan sangat cepat pula terjadi proses myelinisasi, atau proses pembalutan neuron oleh myelin agar tidak terjadi arus pendek.

Gizi bayi yang baik dapat mempercepat pembentukan myelinisasi, apalagi bila disertai rangsangan. Makin banyak rangsangan yang didapat, akan makin banyak pula cabang neuron yang terbentuk. Maka, komunikasi antar sel-sel otak juga akan baik. Rangsangan pada panca indra janin sangat baik untuk menjaga agar otak tetap dapat tumbuh. Nutrien khusus hanya dalam ASI Mengingat perkembangan kecerdasan anak berkaitan erat dengan pertumbuhan otak, maka faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan otak bayi adalah nutrisi atau gizi yang diberikan. Terlebih pemberian nutrisi pada Periode Lompatan Pertumbuhan Otak. Periode ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, karena kesempatan macam ini tak akan terulang lagi selama masa tumbuh kembang anak.

Usahakan bayi dapat menerima nutrisi dengan kualitas dan kuantitas optimal untuk pertumbuhan otaknya. Kekurangan gizi pada Periode Lompatan Pertumbuhan Otak akan menghambat atau mengganggu pertumbuhan otak, yang berakibat akan kurang optimalnya perkembangan kecerdasan anak. Bayi yang menderita kurang gizi berat di masa pertumbuhan otak ini akan mengalami berkurangnya jumlah sel otak sebanyak 15 - 20%. Namun syukurlah, alam telah membekali manusia dengan "obat" pencegah gangguan gizi pada periode ini, yaitu ASI. Pemberian ASI secara eksklusif sampai bayi berusia 4 - 6 bulan akan menjamin tercapainya pertumbuhan otak secara optimal. Alhasil, pengembangan potensi kecerdasan anak jadi optimal pula.
Selain nutrien ideal dengan komposisi yang tepat dan sesuai kebutuhan bayi, ASI juga mengandung nutrien-nutrien yang perlu untuk otak bayi agar tumbuh optimal. Beberapa nutrien untuk pertumbuhan otak bayi di antaranya taurin, yaitu suatu bentuk zat putih telur khusus, laktosa atau hidrat arang utama dari ASI, dan asam lemak ikatan panjang - antara lain DHA dan AA yang merupakan asam lemak utama dari ASI. Pada susu sapi nutrien-nutrien khusus itu tidak ditemukan - misalnya taurin -, kalaupun ada hanya sedikit sekali, seperti laktosa dan asam lemak ikatan panjang. ASI pun bermanfaat meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Sebenarnya bayi sudah dibekali immunoglobulin (zat kekebalan tubuh) yang didapat dari ibunya melalui plasenta. Tapi, segera setelah bayi lahir kadar zat ini akan turun cepat sekali. Tubuh bayi baru memproduksi immunoglobulin dalam jumlah yang cukup pada usia 3 - 4 bulan. Saat kadar immunoglubolin bawaan menurun, sementara produksi sendiri belum mencukupi, bisa muncul kesenjangan immunoglobulin pada bayi.

Di sinilah ASI berperan. Ia bisa menghilangkan atau setidaknya mengurangi kesenjangan yang mungkin timbul. ASI mengandung zat kekebalan tubuh yang mampu melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi bakteri, virus, dan jamur. Bahkan Colostrum (cairan pertama yang mendahului ASI) mengandung zat immunoglobulin 10 - 17 kali lebih banyak dari ASI! Fakta membuktikan, angka kematian dan angka terkena penyakit bayi penerima ASI-eksklusif jauh lebih baik dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapat ASI-eksklusif. Wajar bila anak yang sehat akan lebih berkembang kepandaiannya daripada anak yang sering sakit, apalagi bila sakitnya berat.
Memberikan rasa aman Proses pemberian ASI eksklusif ternyata juga memenuhi kebutuhan awal kasih sayang dan emosi pada bayi. Bayangkanlah bila Anda seorang janin dalam rahim. Anda merasa aman, terlindungi, dan hangat, dalam ruang gerak terbatas didekap oleh dinding rahim (skin to skin contact), serta dibelai oleh hangatnya cairan ketuban. Belum lagi terdengar dendang bunyi detak jantung serta gerakan pernapasan ibu yang ritmis menenangkan. Tiba-tiba Anda "terlempar" ke ruangan tanpa batas gerak, dingin, tanpa belaian dan dekapan ibu. Di dunia yang dingin ini, seketika lenyap pula bunyi detak jantung serta gerakan pernapasan ibu, digantikan oleh suara dan bunyi hiruk pikuk. Perubahan suasana yang tak menyenangkan itu tidak akan berlarut-larut menghantui bayi, bila ia mendapat ASI secara eksklusif. Ia akan sering dalam dekapan ibu saat menyusu, mendengar detak jantung ibu, dan gerakan pernapasan ibu yang telah dikenalnya. Ia juga akan sering merasakan situasi seperti saat dalam kandungan: terlindung, aman dan tenteram. "Untuk mencapai kondisi itu kini di Barat mulai dilakukan metode menempatkan ibu seranjang dengan bayinya, seperti cara 'kelonan' masyarakat kita," ujar Utami.

Jalinan kasih sayang yang baik adalah landasan terciptanya keadaan yang disebut secure attachment. Anak yang tumbuh dalam suasana aman akan menjadi anak yang berkepribadian tangguh, percaya diri, mandiri, peduli lingkungan dan pandai menempatkan diri. Pemberian ASI secara eksklusif juga memenuhi kebutuhan awal stimulasi. Saat menyusui umumnya ibu-ibu akan membelai, bicara, bernyanyi pada si bayi. Lirik lagu akan merangsang otak bagian kiri sedangkan melodinya akan merangsang otak sebelah kanan. Belum lagi sentuhan dan usapan tangan ibu. Inilah stimulasi awal bagi anak. Para ahli membuktikan, bayi yang mendapat ASI eksklusif mempunyai perbendaharaan kata-kata yang secara bermakna lebih banyak. Hasil penelitian terhadap 1.000 bayi prematur membuktikan, bayi-bayi prematur yang mendapat ASI eksklusif mempunyai IQ lebih tinggi secara bermakna yaitu 8,3 poin lebih tinggi.
Sementara penelitian Dr. Riva dkk. menunjukkan anak-anak usia 9,5 tahun yang ketika bayi mendapat ASI eksklusif, ditemukan memiliki IQ mencapai 12,9 poin lebih tinggi. Ayah pun mengganti popok Namun memberikan ASI ekslusif memang memerlukan tekad kuat seorang ibu. Muasalnya, kemampuan ibu untuk menyusui sangat dipengaruhi oleh keadaan emosi. Keadaan tegang dan depresif akan berakibat turunnya refleks penyaluran susu, yaitu refleks yang bertugas mengalirkan ASI dari pabrik susu (mammary alveolus) ke gudang susu (sinus lactiferous ). Maka, bayi bisa kelaparan kekurangan ASI.

Sebaliknya kondisi tenang akan berpengaruh positif bagi produksi ASI. "Di sinilah pentingnya dukungan suami, terutama dalam menghadapi pihak-pihak yang dapat melemahkan semangat ibu dalam upaya pemberian ASI eksklusif," tutur Utami yang aktif mengkampanyekan pemberian ASI ekslusif. Ada banyak hal yang dapat dilakukan seorang ayah. Di antaranya menunjukkan pada si ibu persetujuan dan kegembiraannya akan pilihan untuk memberikan ASI eksklusif, atau menunjukkan pada semua orang ia sangat mendukung upaya pemberian ASI. Dukungan praktis lainnya seperti membantu ibu merawat bayi, apakah mengganti popok, mensendawakan bayi setelah selesai menyusu, menggendong, memandikan, memijat bayi secara teratur, atau memberi ASI perah pada si bayi bila ibu bekerja. Ibu bekerja pun tidak perlu berhenti memberi ASI secara eksklusif selama sedikitnya 4 bulan, kalau bisa 5 bulan, meski cuti hamil cuma 3 bulan. Selama ibu tidak di rumah, bayi mendapat ASI perah yang telah diperah sehari sebelumnya. ASI perah tahan selama 24 jam di dalam termos es yang diberi es batu atau lemari es. Dengan penanganan yang benar tak ada beda antara kualitas maupun kuantitas ASI dari ibu yang bekerja dengan ibu yang tidak bekerja. "Tapi, ia harus tahu cara yang benar dalam mengosongkan payudara.

Bagi yang kesulitan memproduksi ASI, harus dicari pokok penyebabnya, karena masalah-masalah itu selalu bisa dicari jalan keluarnya," tutur dokter sambil menunjukkan foto pasiennya yang meski berbadan mungil namun sangat berlimpah produksi ASI-nya. Ia menambahkan, di antara sejumlah wanita yang mengaku tak bisa memproduksi ASI sebenarnya hanya sebagian kecil yang benar-benar mengalami masalah serius.

Sementara pada sebagian besar lainnya masalah itu teratasi dengan informasi tentang teknik menyusui yang benar dan faktor-faktor penyebab terhambatnya produksi ASI. Maka tempat ibu bekerja mutlak memberikan kemudahan, misalnya dengan memberikan sarana ruangan untuk memerah ASI, dan izin waktu untuk dapat memerah ASI. Tempat kerja yang memberi kemungkinan bagi karyawatinya untuk dapat berhasil menyusui secara eksklusif disebut Tempat Kerja Sayang Ibu. Pemberian ASI, terutama eksklusif, tidak hanya bermanfaat bagi bayi, tapi juga ibu, ayah, perusahaan tempat ibu bekerja dan bagi bangsa

Masase payudara untuk pemeliharaan payudara

Bagi sebagian ibu, aktivitas menyusui kerap dihubungkan dengan keindahan payudara. Alasan inilah yg membuat mereka enggan berlama-lama menyusui.

Pakar Asi Dr. Utami Roesli Sp.A. dalam sebuah seminar ASI mengungkapkan bahwa sesungguhnya bukan menyusui yg mengubah bentuk payudara, tapi proses kehamilanlah yg menyebabkan perubahan itu. Dan bila ada keinginan untuk mengembalikan bentuknya seperti saat masih gadis, lebih baik lupakanlah. Sebab memang tak mungkin.

Namun, itu bukan berarti tak ada cara membuat payudara tetap terlihat indah dan kencang. Apalagis etelah persalinan dan di saat anda menyusui. Selain terlihat indah, perawatan payudara yg dilakukan dengan benar dan teratur akan memudahkan si kecil mengkonsumsi ASI. Pemeliharaan ini juga bisa merangsang produksi ASI dan mengurangi resiko luka saat menyusui.

Berikut ini kiat masase payudara yg dapat anda praktekkan sejak hari ke-2 usai persalinan, sebanyak 2 kali sehari.

Cucilah tangan sebelum memasase. Lalu tuangkan minyak ke dua belah telapak tangan secukupnya. Pengurutan dimulai dengan ujung jari, caranya :

  1. Sokong payudara kiri dengan tangan kiri. Lakukan gerakan kecil dengan dua atau tiga jari tangan kanan, mulai dari pangkal payudara dan berakhir dengan gerakan spiral pada daerah putting susu

  2. Selanjutnya buatlah gerakan memutar sambil menekan dari pangkal payudara dan berakhir pada putting susu dis eluruh bagian payudara. Lakukan gerakan seperti ini pada payudara kanan.

  3. Gerakan selanjutnya letakkan kedua telapak tangan di antara dua payudara. Urutlah dari tengah ke atas sambil mengangkat kedua payudara dan lepaskan keduanya perlahan. Lakukan gerakan ini kurang lebih 30 kali. Variasi lainnya dalah gerakan payudara kiri dengan kedua tengan, ibu jari di atas dan empat jari lainnya di bawah. Peras dengan lembut payudara sambil meluncurkan kedua tangan ke depan ke arah putting susu. Lakukan hal yg sama pada payudara kanan.

  4. Lalu cobalah posisi tangan paralel. Sangga payudara dengan satu tangan, sedangkan tangan lain mengurut payudara dengan sisi kelingking dari arah pangkal payudara ke arah puting susu. Lakukan gerakan ini sekitar 30 kali. Setelah itu, letakkan satu tangan di sebelah atas dan satu lagi di bawah payudara. Luncurkan kedua tangan secara bersamaan ke arah putting susu dengan cara memutar tangan. Ulangi gerakan ini sampai semua bagian payudara terkena urutan.

  5. Semua gerakan itu bermanfaat melancarkan refleks pengeluaran ASI. Selain itu juga merupakan cara efektif menigkatkan volume ASI. Terakhir yg tak kalah penting, mencegah bendungan pada payudara.



Sumber : Parents Guide Vol. 1 No.8

Catatan : Saat aku mulai menyusui Nadya kadang-kadang aku merasa ASI-ku sedikit banget moms, makanya aku selalu praktekkan ini, demi anak, supaya ASI-ku keluar. Alhamdulillah aku berhasil menyusui Nadya eksklusif 4 bulan aku insya Allah akan aku teruskan sampai dia 2 tahun.

Persiapan Menyusui

Upaya keberhasilan memberi ASI seyogyanya sudah dimulai sejak masa kehamilan, yg terus dilanjutkan sampai masa menyusui itu sendiri. Pada masa kehamilan, sebaiknya payudara sudah menjadi perhatian anda. Hal ini untuk melihat apakah bentuk puting susu anda kurang menguntungkan untuk kegiatan menyusui. Misalnya, apakah puting susu berbentuk datar atau masuk kedalam. Puting susu demikian sebenarnya bukanlah halangan bagi kita untuk menyusui dengan baik. Dengan mengetahuinya sejak awal, kita mempunyai waktu untuk mengusahakannya agar puting bisa menonjol keluar, sehingga bayi dapat menghisap puting susu lebih mudah sewaktu menyusui.

Caranya :

Gunakan krem lembut, dorong puting susu secara perlahan ke arah luar dengan menggunakan kedua ibu jari tangan anda. Setelah itu masih dengan ibu jari, tariklah bagian dasar puting susu ke arah samping kiri dan kanan , serta arah atas dan bawah

Kalaupun tidak ada masalah dengan puting anda, puting susu tetap garus disiapkan. Salah satu caranya adalah dengan menggosok puting susu secara perlahan dengan menggunakan handuk lembut setiap kali selesai mandi. Anda tidak perlu mencucinya dengan sabun apalagi menggosoknya keras-keras, sebab kelenjar yg ada di sekitar puting susu dengan sendirinya akan mengeluarkan cairan untuk menjaga kebersihannya. Selain itu perlakuan yg kasar akan membuat puting susu lecet bahkan luka.

Cara mempersiapkan puting :

Dengan menggunakan krem yg lembut, pijatlah payudara serta puting susu secara teratur. Letakkan ibu jari serta telunjuk pada dasar puting susu, kemudian dengan hati-hati putarlah ke arah kiri serta kanan.

Gerakan memijat lainnya adalah dengan meletakkan jari-jari serta ibu jari di dada, kemudian lakukan gerakan memutar ke seluruh payudara, dimulai dari arah atas dan berakhir

Pada dasarnya pemijatan ini berguna untuk menghindari timbulnya pembengkakan dan peradangan payudara saat menyusui. Selain itu pemijatan juga bermanfaat untuk merangsang kelenjar-kelenjar susu agar kelak lebih lancar mengalirkan air susu.

Sumber : Seri Ayahbunda : Resep Masakan Saat Hamil dan Menyusui.

Catatan : Kalau aku melakukan ini setelah hamil 7 bulan (berbarengan dengan ikutan senam hamil) dan dilakukan sebelum mandi. Biasanya setelah pemijatan ini payudara dibungkus dengan air hangat dan air dingin bergantian tapi kalau pake shower boleh juga (ini kata bidannya)

Rumor Tentang ASI

MENYUSUI MERUBAH BENTUK BUAH DADA WANITA
TIDAK BENAR Mitos atau pendapat yang mengatakan bahwa menyusui dapat mempengaruhi atau merubah bentuk payudara secara permanen. Sebenarnya yang merubah bentuk payudara adalah kehamilan, bukan menyusui. Kehamilan menyebabkan dikeluarkannya hormon-hormon dan menyebabkan terbentuknya air susu yang mengisi payudara. Payudara yang sudah terisi air susu tentu akan berbeda bentuknya dengan payudara yang belulm terisi oleh air susu. Jadi yang menyebabkan perubahan bentuk payudara adalah kehamilan bukan menyusuinya. Besarnya perubahan bentuk payudara sangat tergantung dari turunan (herediter), usia dan juga oleh penambahan berat badan pada waktu kehamilan.

MENYUSUI MENYEBABKAN KESUKARAN MENURUNKAN BERAT BADAN
TIDAK BENAR. Data membuktikan bahwa menyusui dapat membantu ibu menurunkan berat badan lebih cepat daripada yang tidak memberikan ASI secara ekslusif. Sebab dengan menyusui timbunan lemak yang terjadi pada waktu hamil akan dipergunakan dalam proses menyusui, sedangkan wanita yang tidak menyusui akan sukar menghilangkan timbunan lemak yang memang khsusus dipersiapkan oleh tubuh untuk menyusui ini.

ASI BELUM KELUAR PADA HARI-HARI PERTAMA SEHINGGA PERLU DITAMBAH SUSU BIASA
Pada hari pertama sebenarnya bayi belum memerlukan cairan atau makanan, sehingga tidak atau belum diperlukan pemberian susu formula ataupun cairan lain, sebelum ASI keluar "cukup" (Cairan Prelactal feeding). Bayi pada usia 30 menit harus disusukan pada ibunya, bukan untuk pemberian nutrisi, tetapi untuk belajar menyusui atau membiasakan menghisap puting susu dan juga guna mempersiapkan ibu untuk mulai memproduksi ASI. Gerakan reflek untuk menghisap pada bayi baru lahir akan mencapai puncaknya pada waktu berusai 20-30 menit, sehingga apabila terlambat menyusui, reflek ini akan berkurang dan tidak akan kuat lagi sampai beberapa jam kemudian.

Pemberian prelactal feeding sebetulnya tidak diperlukan karena hanya akan merugikan ibu, yaitu ASI ibu akan lebih lambat terbentuk karena bayi tidak cukup kuat menghisap, dan merugikan bayi sebab bayi akan kurang mendapat kolostrum. Bila bayi kurang atau tidak mendapat kolostrum, akan lebih sering menderita mencret atau penyakit lain, terutama bila susu formula atau cairan prelactal/lainnya tercemar. Selain itu, bila cairan prelactal diberikan dengan dot, kemungkinan bayi akan mengalami kesukaran minum pada puting susu ibunya atau bingung puting (nipple confusion).

IBU BEKERJA TIDAK DAPAT MEMBERIKAN ASI EKSLUSIF 6BULAN
TIDAK BENAR. Banyak ibu-ibu bekerja yang telah berhasil memberikan ASI ekslusif pada bayinya selama 6bulan. Bahkan ibu bekerja tidak memerlukan tambahan pada cuti hamil 3 bulannya untuk dapat tetap memberikan ASI ekslusif sampai 6 bulan. Pada ibu bekerja, cara lain untuk tetap dapat memberikan ASI ekslusif pada bayinya adalah dengan memberikan ASI peras atau perahnya pada bayi selama ibu bekerja. SElama ibu ditempat kerja, sebaiknya ASI diperah, minimum 4 X 15menit. Memerah ASI sebaiknya hanya menggunakan jari tangan, tidak menggunakan pompa yang berbentuk terompet. ASI perah tahan 6-8 jam di udara luar, 24 jam di dalam termos es berisi es batu, 48 jam dalam lemari es dan 3 bulan apabila berada dalam freezer. Dengan bantuan "Tempat Kerja Sayang Ibu", yaitu tempat kerja yang memungkinkan karyawati menyusui secara ekslusif, keberhasilan ibu bekerja untuk memberikan ASI ekslusif akan menjadi lebih besar lagi.

PAYUDARA SAYA KECIL TIDAK MENGHASILKAN CUKUP ASI
TIDAK BENAR. Besar kecilnya payudara tidak menentukan banyak atau sedikitnya produksi ASI, karena payudara yang besar hanya mengandung lebih banyak jaringan lemak dibandingkan dengan payudara yang kecil. ASI dibentuk oleh jaringan kelenjar pembentuk air susu (alveoli) dan bukan jaringan lemak. Jadi, besar kecilnya payudara tidak menentukan banyak sedikitnya produksi ASI.

ASI YANG PERTAMA KALI KELUAR HARUS DI BUANG KARENA KOTOR
ASI yang keluar pada hari 1 sampai dengan hari ke 5 s/d hari ke 7, dinamakan kolostrum, atau susu jolong. Cairan jernih kekuningan itu mengandung zat putih telur ata protein dalam kadar yang tinggi, zat anti infeksi atau zat daya tahan tubuh (immunoglobulin) dalam kadar yang lebih tinggi daripada susu mature, disamping itu juga mengandung laktosa atau hidrat arang dan lemak dalam kadar yang rendah sehingga mudah dicerna.

Volume kolostrum bervariasi antara 10 ccf - 100 ccf per hari. Volume yang rendah ini memberikan beban yang minimal bagi ginjal bayi yang belum amtang. Selain sebagai nutrisi kolostrum melindungi bayi terhadap penyakit-penyakit infeksi. Dalam penelitian, kolostrum terbukti sangat bermanfaat bagi bayi premature dan bayi sakit. Apabila kolostrum dibuang, maka bayi akan kurang atau tidak mendapatkan zat-zat pelindung terhadap penyakit infeksi. Tak dapat disangkal lagi bahwa kolostrum sangat berguna bagi bayi untuk melindunginya dari infeksi. Walaupun saat ini telah diketahui bahwa kolostrum sangat dibutuhkan oleh bayi, namun masih banyak praktek-praktek yang menyebabkan bayi kekurangan kolostrum yang kaya dengan nutrien berguna ini. Misalnya, antara lain, dengan masih memberikan prelactal feeding.

ASI IBU KURANG GIZI, KUALITASNYA TIDAK BAIK
Bayi dan ASI sebenarnya bersifat parasit bagi ibu. Sampai dengan batas keadaan tertentu, kualitas dan kuantitas ASI akan tetap dipertahankan, walaupun harus dengan mengorbankan gizi si ibu sendiri. Kualitas ASI baru berkurang apabila ibu menderita kekurangan gizi tingkat ke-3, bahkan sering kali kualitas ASI masih tetap dipertahankan sampai tingkat kekurangan gizi ibu lebih dari derajat ini.

"ASI SAYA TIDAK CUKUP", "ASI SAYA KERING", "BAYI TIDAK CUKUP DAPAT ASI KARENA RAKUS/ MINUMNYA BANYAK"
Dari sebuah penelitian didapatkan data bahwa 98 rbu dari 100 ribu ibu-ibu yang mengatakan produksi ASInya kurang, sebebarnya mempunyai cukup ASI, tetapi kurang mendapat informasi tentang manajemen laktasi yang benar, posisi menyusui yang tepat, serta terpengaruh mitos-mitos tentang menyusui, yang umumnya dapat menghambat produksi ASI. Umumnya apabila seorang bayi kurang mendapat ASI atau kurang minum, sebenarnya bukan ibunya yang tidak dapat memproduksi ASI sebanyak yang diperlukannya. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya karena posisi menyusui yang tidak benar. Posisi yang dimaksud di sini adalah posisi mulut bayi terhadap putting ibu, bukannya posisi badan bayi terhadap badan ibu. Produksi ASI dirangsang oleh pengosongan payudara, berlaku prinsip supply and demand, sehingga semakin banyak ASI dikeluarkan, maka akan semakin banyak pula ASI diproduksi. ASI diproduksi sesuai dengan jumlah permintaan dan kebutuhan bayi. Selama bayi masih melanjutkan permintaannya akan ASI, dengan masih menghisap ASI, selama itu payudara ibu akan tetap melakukan produksinya. Apabila bayi berhenti meminta ASI, dengan cara berhenti menghisap maka payudara ibu pun akan berhenti memproduksi ASI.

Bila ASI mengandung Residu Pestisida (Dioxin, DDT, PCBs) dan bahan beracun, sejauh mana bahayanya bagi bayi?
Banyak ibu-ibu yang gelisah dengan adanya laporan yang menakutkan tentang tercemarnya selain susu sapi juga ASI oleh zat beracun seperti diozin atau logam berat yang berbahaya yang akan membahayakan kesehatan bayinya. Sebenarnya tidak ditemukan bukti-bukti secara kedokteran adanya bayi yang sakit karena disusui oleh ibu yang mengandung zat-zat beracun ini.

Para ahli yang mempelajari hal ini, termasuk antara lain Ketua Persatuan Dokter Anak Amerika Serikat, berulang-ulang meyakinkan masyarakat bahwa keuntungan menyusui jauh melebihi bahaya menyusui dengan ASI yang tercemar oleh zat-zat racun ini. Sehingga pemberian ASI tetap dianjurkan dalam keadaaan seperti ini.

Racun-racun ini sebenarnya lebih berbahaya pada masa kehamilan terutama pada blan ke-6 sampai ke-8 dibandingkan dengan pada waktu menyusui. Jadi bila didapatkan racun pada bayi, kemungkinan bayi mendapatkan racun ini sewaktu dalam kandungan lebih banyak dari pada dari ASI. Didapatkan bukti bahwa menyusui mungkin bahkan dapat memberikan perlindungan terhadap zat kimi yang beracun tertentu. Pada kecelakaan kebocoran reactor di Chernobyl, didapatkan bahwa kada zat radio aktif dalam ASI jauh lebih sedikit dari kadar ini dalam tubuh ibu. Keadaan ini membuat para ahli berkesimpulan, adanya suatu mekanisme tubuh tertentu yang menyaring racun sehingga didapatkan konsentrasi yang rendah dalam ASI.

Apa yang harus dikerjakan Ibu untuk mengurangi kontaminasi ASInya dengan zat beracun?

Ibu hamil atau menyusui, sebaiknya:

  1. Tidak memakan ikan air tawar yang diketahui terkontaminasi

  2. Kupas dan cucilah dengan benar buah-buahan dan sayur-sayuran terutama untuk menghindari akibat terkontaminasi residu pestisida

  3. Buang bagian lemak dari daging, ayam dan ikan, karena bahan kimi berbahaya umumnya melekat pada lemak

  4. Hinari produk-produk makanan yang banyak mengandung lemak mentega

  5. Jangan melakukan diet berat selama kehamilan dan menyusui, karena penurunan berat badan secara tiba-tiba dapat memobilisasi sel lemak dan melepaskan zat kimia berbahaya yang umumnya terikat pada lemak, sehingga mungkin akan mencapai tubuh bayi.

  6. Hindari pemakaian pestisida dan hindari tempat-tempat dimana diperkirakan banyak pestisida digunakan.


Menyusui adalah pemberian sangat berharga yang dapat diberikan seorang ibu kepada bayinya. Dalam keadaan sakit atau kurang gizi, menyusui mungkin merupakan pemberian yang dapat menyelamatkan kehidupan bayi. Dalam kemiskinan menyusui mungkin merupakan pemberian satu-satunya.

Pentingnya ASI

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman, 31:14)

Air susu ibu (ASI) adalah sebuah cairan tanpa tanding ciptaan Allah untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit. Keseimbangan zat-zat gizi dalam air susu ibu berada pada tingkat terbaik dan air susunya memiliki bentuk paling baik bagi tubuh bayi yang masih muda. Pada saat yang sama, ASI juga sangat kaya akan sari-sari makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan sistem saraf. Makanan-makanan tiruan untuk bayi yang diramu menggunakan tekhnologi masa kini tidak mampu menandingi keunggulan makanan ajaib ini.

Daftar manfaat ASI bagi bayi selalu bertambah setiap hari. Penelitian menunjukkan, bayi yang diberi ASI secara khusus terlindung dari serangan penyakit sistem pernapasan dan pencernaan. Hal itu disebabkan zat-zat kekebalan tubuh di dalam ASI memberikan perlindungan langsung melawan serangan penyakit. Sifat lain dari ASI yang juga memberikan perlindungan terhadap penyakit adalah penyediaan lingkungan yang ramah bagi bakteri ”menguntungkan” yang disebut ”flora normal”. Keberadaan bakteri ini menghambat perkembangan bakteri, virus dan parasit berbahaya. Tambahan lagi, telah dibuktikan pula bahwa terdapat unsur-unsur di dalam ASI yang dapat membentuk sistem kekebalan melawan penyakit-penyakit menular dan membantunya agar bekerja dengan benar.

Karena telah diramu secara istimewa, ASI merupakan makanan yang paling mudah dicerna bayi. Meskipun sangat kaya akan zat gizi, ASI sangat mudah dicerna sistem pencernaan bayi yang masih rentan. Karena itulah bayi mengeluarkan lebih sedikit energi dalam mencerna ASI, sehingga ia dapat menggunakan energi selebihnya untuk kegiatan tubuh lainnya, pertumbuhan dan perkembahan organ.

Air susu ibu yang memiliki bayi prematur mengandung lebih banyak zat lemak, protein, natrium, klorida, dan besi untuk memenuhi kebutuhan bayi. Bahkan telah dibuktikan bahwa fungsi mata bayi berkembang lebih baik pada bayi-bayi prematur yang diberi ASI dan mereka memperlihatkan kecakapan yang lebih baik dalam tes kecerdasan. Selain itu, mereka juga mempunyai banyak sekali kelebihan lainnya.

Salah satu hal yang menyebabkan ASI sangat dibutuhkan bagi perkembangan bayi yang baru lahir adalah kandungan minyak omega-3 asam linoleat alfa. Selain sebagai zat penting bagi otak dan retina manusia, minyak tersebut juga sangat penting bagi bayi yang baru lahir. Omega-3 secara khusus sangat penting selama masa kehamilan dan pada tahap-tahap awal usia bayi yang dengannya otak dan sarafnya berkembang secara nomal. Para ilmuwan secara khusus menekankan pentingnya ASI sebagai penyedia alami dan sempurna dari omega-3.

Selanjutnya, penelitian yang dilakukan para ilmuwan Universitas Bristol mengungkap bahwa di antara manfaat ASI jangka panjang adalah dampak baiknya terhadap tekanan darah, yang dengannya tingkat bahaya serangan jantung dapat dikurangi. Kelompok peneliti tersebut menyimpulkan bahwa perlindungan yang diberikan ASI disebabkan oleh kandungan zat gizinya. Menurut hasil penelitian itu, yang diterbitkan dalam jurnal kedokteran Circulation, bayi yang diberi ASI berkemungkinan lebih kecil mengidap penyakit jantung. Telah diungkap bahwa keberadaan asam-asam lemak tak jenuh berantai panjang (yang mencegah pengerasan pembuluh arteri), serta fakta bahwa bayi yang diberi ASI menelan sedikit natrium (yang berkaitan erat dengan tekanan darah) yang dengannya tidak mengalami penambahan berat badan berlebihan, merupakan beberapa di antara manfaat ASI bagi jantung.

Selain itu, kelompok penelitian yang dipimpin Dr. Lisa Martin, dari Pusat Kedokteran Rumah Sakit Anak Cincinnati di Amerika Serikat, menemukan kandungan tinggi hormon protein yang dikenal sebagai adiponectin di dalam ASI. Kadar Adiponectin yang tinggi di dalam darah berhubungan dengan rendahnya resiko serangan jantung. Kadar adiponectin yang rendah dijumpai pada orang yang kegemukan dan yang memiliki resiko besar terkena serangan jantung. Oleh karena itu telah diketahui bahwa resiko terjadinya kelebihan berat badan pada bayi yang diberi ASI berkurang dengan adanya hormon ini. Lebih dari itu, mereka juga menemukan keberadaan hormon lain yang disebut leptin di dalam ASI yang memiliki peran utama dalam metabolisme lemak. Leptin dipercayai sebagai molekul penyampai pesan kepada otak bahwa terdapat lemak pada tubuh. Jadi, menurut pernyataan Dr. Martin, hormon-hormon yang didapatkan semasa bayi melalui ASI mengurangi resiko penyakit-penyakit seperti kelebihan berat badan, diabetes jenis 2 dan kekebalan terhadap insulin, dan penyakit pada pembuluh nadi utama jantung.

Fakta tentang "Makanan Paling Segar" [ASI]
Full hygiene may not be established in water or foodstuffs other than mother’s milk.
Fakta tentang ASI tidak berhenti hanya sampai di sini. Peran penting yang dimainkannya terhadap kesehatan bayi berubah seiring dengan tahapan-tahapan yang dilalui bayi dan jenis zat-zat makanan yang dibutuhkan pada tahapan tertentu. Kandungan ASI berubah guna memenuhi kebutuhan yang sangat khusus ini. ASI, yang selalu siap setiap saat dan selalu berada pada suhu yang paling sesuai, memainkan peran utama dalam perkembangan otak karena gula dan lemak yang dikandungnya. Di samping itu, unsur-unsur seperti kalsium yang dimilikinya berperan besar dalam perkembangan tulang-tulang bayi.

Meskipun disebut sebagai susu, cairan ajaib ini sebenarnya sebagian besarnya tersusun atas air. Ini adalah ciri terpenting, sebab selain makanan, bayi juga membutuhkan cairan dalam bentuk air. Keadaan yang benar-benar bersih dan sehat mungkin tidak bisa dimunculkan pada air atau bahan makanan, selain pada ASI. Namun ASI – sedikitnya 90% adalah air – , memenuhi kebutuhan bayi akan air dalam cara yang paling bersih dan sehat.

ASI dan Kecerdasan
Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan otak pada bayi yang diberi ASI lebih baik daripada bayi lain. Penelitian pembandingan terhadap bayi yang diberi ASI dengan bayi yang diberi susu buatan pabrik oleh James W. Anderson – seorang ahli dari Universitas Kentucky – membuktikan bahwa IQ [tingkat kecerdasan] bayi yang diberi ASI lebih tinggi 5 angka daripada bayi lainnya. Berdasarkan hasil penelitian ini ditetapkan bahwa ASI yang diberikan hingga 6 bulan bermanfaat bagi kecerdasan bayi, dan anak yang disusui kurang dari 8 minggu tidak memberikan manfaat pada IQ.

Apakah ASI Dapat Memerangi Kanker?
Berdasarkan hasil seluruh penelitian yang telah dilakukan, terbukti bahwa ASI, yang dibahas dalam ratusan tulisan yang telah terbit, melindungi bayi terhadap kanker. Hal ini telah diketahui, walaupun secara fakta mekanismenya belum sepenuhnya dipahami. Ketika sebuah protein ASI membunuh sel-sel tumor yang telah ditumbuhkan di dalam laboratorium tanpa merusak sel yang sehat mana pun, para peneliti menyatakan bahwa sebuah potensi besar telah muncul. Catharina Svanborg, Profesor imunologi klinis di Universitas Lund, Swedia, memimpin kelompok penelitian yang menemukan rahasia mengagumkan ASI ini. Kelompok yang berpusat di Universitas Lund ini menjelaskan kemampuan ASI dalam memberikan perlindungan melawan beragam jenis kanker sebagai penemuan yang ajaib.

Awalnya, para peneliti memberi perlakuan pada sel-sel selaput lendir usus yang diambil dari bayi yang baru lahir dengan ASI. Mereka mengamati bahwa gangguan yang disebabkan oleh bakteri Pneumococcus dan dikenal sebagai pneumonia berhasil dengan mudah dihentikan oleh ASI. Terlebih lagi, bayi yang diberi ASI mengalami jauh lebih sedikit gangguan pendengaran dibandingkan bayi yang diberi susu formula, dan menderita jauh lebih sedikit infeksi saluran pernapasan. Pasca serangkaian penelitian, diperlihatkan bahwa ASI juga memberikan perlindungan melawan kanker. Setelah menunjukkan bahwa penyakit kanker getah bening yang teramati pada masa kanak-kanak ternyata sembilan kali lebih sering menjangkiti anak-anak yang diberi susu formula, mereka menyadari bahwa hasil yang sama berlaku pula untuk jenis-jenis kanker lainnya. Menurut hasil penelitian tersebut, ASI secara tepat menemukan keberadaan sel-sel kanker dan kemudian membunuhnya. Adalah zat yang disebut alpha-lac (alphalactalbumin), yang terdapat dalam jumlah besar di dalam ASI, yang mengenali keberadaan se-sel kanker dan membunuhnya. Alpha-lac dihasilkan oleh sebuah protein yang membantu pembuatan gula laktosa di dalam susu.

Berkah Tanpa Tara Ini Adalah Karunia Allah
Ciri menakjubkan lain dari ASI adalah fakta bahwa ASI sangat bermanfaat bagi bayi apabila disusui selama dua tahun. Pengetahuan penting ini, hanya baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan, telah diwahyukan Allah empat belas abad silam di dalam ayat-Nya: ”Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan..." (QS, Al Baqarah, 2:233)

Sang ibu bukanlah yang memutuskan untuk membuat ASI, sumber zat makanan terbaik bagi bayi yang lemah yang memerlukan makanan di dalam tubuhnya. Sang ibu bukan pula yang menentukan beragam kadar gizi yang dikandung ASI. Allah Yang Mahakuasa-lah, Yang mengetahui kebutuhan setiap makhluk hidup dan memperlihatkan kasih sayang kepadanya, Yang menciptakan ASI untuk bayi di dalam tubuh sang ibu.