Selasa, 24 Maret 2009

CACAR AIR DAN IBU HAMIL

Penyakit cacar air masih sering dijumpai di Indonesia, terutama pada anak-anak. Penyakit ini kadang menyerang wanita hamil. Meski umumnya cacar air ialah penyakit ringan, tapi pada wanita hamil kadang-kadang bisa menjadi lebih berat, dan dapat menyebabkan bayi lahir sebelum cukup bulan (persalinan prematur) atau tertular penyakit itu sewaktu berada di kandungan.

Secara teoritis, bila ibu hamil kurang dari 20 minggu (4 bulan 3 minggu) terkena infeksi cacar air, maka janin yang dikandungnya akan tertular dan dapat mengakibatkan kelainan. Tapi frekuensi cacat bawaan tak lebih tinggi pada bayi yang lahir dari ibu yang menderita cacar air dalam masa kehamilannya dibandingkan dengan ibu yang tak menderita cacar air.

Suatu penelitian dengan jumlah besar telah dilakukan di Jerman dan Inggris oleh Enders dkk pada 1994 yang melibatkan 1.373 wanita hamil. Enders menyimpulkan, bila infeksi terjadi setelah kehamilan 20 minggu, tak ada bukti secara klinis bahwa bayi yang dikandung ibu penderita cacar air terserang penyakit itu. Bila infeksi cacar air terjadi pada kehamilan kurang dari 13 minggu, dijumpai 0,4 persen janin terkena infeksi dari ibunya. Risiko tertular paling tinggi pada usia kehamilan 13-20 minggu, yaitu sebesar 2 persen.

Jadi pada usia kehamilan 6 minggu, risiko tertular pada janin ialah 0,4 persen (kecil). Untuk mengetahui apakah janin tertular atau tidak, sangat sulit. Ada satu cara yang dapat dipakai untuk keperluan tersebut, tapi tindakannya invasif dan berisiko, yaitu mengambil darah janin (kordosintesis) melalui tali pusat dengan bimbingan USG. Darah itu lalu diperiksa di laboratorium untuk mencari ada-tidak imunoglobulin (tanda infeksi) atau melakukan biakan virus.

Untuk melihat keadaan fisik janin, dapat dilakukan pemeriksaan USG untuk penapisan (screening) cacat bawaan, biasanya dilakukan pada usia kehamilan 18-20 minggu. Sayang sekali, tak semua cacat bawaan dapat dideteksi secara dini dengan USG. Menurut saya, yang juga jangan dilupakan adalah selalu berdoa kepada Tuhan YME agar janin yang dikandung tak cacat serta sehat jasmani, rohani, dan sosial.

Obat-obatan yang dimakan seperti CTM, Fevrin, Proviral, Amoxillin, dan obat demam dapat berpengaruh pada janin. Setiap dokter akan selalu memperhitungkan segi positif dan negatif dari setiap obat sebelum diberikan kepada pasiennya. Hanya obat-obatan yang mempunyai nilai positif besar terhadap kesehatan Ibu dan janinnya, yang akan diberikan dokter.

Tanyakan kembali pada dokter kandungan mengenai obat-obatan yang diberikan. Bila tiba saat persalinan kelak, mohon diingatkan pada dokter spesialis anak untuk memeriksa secara khusus akan kemungkinan bayi terkena penyakit cacar air.

1 komentar:

  1. Thanks artikelnya... saya lagi hamil 4 bulan dan sedang terserang cacar air,dikasih obat CTM sm dokter.. untung belum diminum.. insyaAllah mau periksa lagi ke dokter Spog.. ya Allah semoga janinku baik-baik saja dan sempurna, sehat lahir batin,amin..

    BalasHapus