Selasa, 31 Maret 2009

Rendahnya Selera Makan si Kecil

Sudah mulai mendapat makanan padat, ada saja yang membuatnya menolak makan. Ada saja katanya, "dah kenyang," atau "gak mau, makanannya jelek," atau asyik saja bermain. Pokoknya membuat jengkel. Memberi makan anak, pasti banyak orangtua yang pilah-pilih. Harus bergizi sudah pasti, bervariasi, ada pula yang memperhatikan penampilannya bagus. Sudah begitu 'perfect' nya eh si anak adakalanya susah makan. Siti Ratna (30 tahun), pernah mengalaminya."Pernah karena lagi banyak kesibukan, saya nggak masak, cuma gorengkan telur mata sapi. Eh, Avin ngga mau makan. Katanya, "lauknya gak enak. Gak mau maem," ceritanya menirukan kata-kata putranya yang baru berusia 2 tahun.

 Buat anak soal makan memang gampang-gampang susah. Kalau lagi selera ya makan kalau tidak ta ogah. Menurut Dr. Inayah Budiasti, Msc., biasanya hal demikian terjadi pada anak yang sudah terbiasa dalam menu makannya. Bukan hanya bergizi tapi rasanya enak, tampilannya bagus.

Karena sudah terbiasa begitu sekali waktu mendapat makanan ala kadarnya, jadi emoh makan. "Tapi, hal seperti ini jangan diambil pusing. Tetap bujuk anak untuk makan," katanya. Tentu saja membujuk sambil menekankan kalau makanannya enak meski hanya telor mata sapi.

Ketika baru mulai makan makanan tambahan sampai usia 1,5 tahunan, anak sungguh menyenangkan. Gampang makan. Tapi selepas usia itu. Ada saja yang membuatnya menolak makan seperti putra Ibu Ratna. Menurut Asti, anak sulit makan tak selalu karena gejala sakit. Bisa saja karena faktor perkembangan. Periode usia 1,5 - 4 tahunan, mulai berkembang otonominya yang merupakan ciri khas batita. Merasa mandiri atau menunjukkan kemandiriannya. Misalnya, menolak makan itu.

Selain itu, fungsi intelektualnya sedang berkembang pesat. Menyebabkannya ingin mengeksplor apa saja yang ada di sekitarnya. Ingin memegang, meraba, ingin tahu seperti apa, bagaimana jika benda jatuh, dll. Aktivitas yang menarik tersebut, membuat anak malas makan. Ia beranggapan acara makan menghambatnya atau membuatnya harus berhenti mengeksplor kesukaannya.

Hal lain yang membuat si kecil enggan makan adalah karena ingatannya yang makin baik. Ia sudah tahu bahwa sekarang makan, nanti akan makan lagi, dan akan diberi makan lagi. Hal itu sudah tertanam dalam ingatannya. Sehingga anak beranggapan, kalau ia tak makan sekarang, toh nanti ada waktu makan lagi. Bagaimanapun makan itu penting. Jadi, selagi hanya menolak sesekali, atau volumenya berkurang, sih wajar saja. Tapi bila sering, jangan biarkan. "Orangtua harus win-win solution dong. Artinya, kalau lagi asyik main ya suapi saja sambil main. Kalau ia memang lapar biasanya anak mau saja. Jadi jangan menunggu anak minta makan."

Ganti Makanan
Bila anak sulit makan, banyak orangtua yang cenderung memberi apa saja yang diminta anak. Pikirnya "yang penting ada yang masuk dalam perut anak." Anak minta susu terus-terusan dituruti, atau bahkan orangtua memberi susu pengganti makanan, atau anak minta makanan-makanan kecil saja juga boleh. Sebenarnya, kata Inayah, itu bukan cara yang benar. Orangtua justru harus kritis. Sebab makanan yang diminta anak, biasanya camilan yang tampilannya menyolok, nilai gizinya bisa tak semenyolok kemasannya.
 

Dalam masa perkembangannya anak tidak hanya butuh protein tapi juga nutrisi lain seperti lemak dan serat. karena itu, bila hanya diberi susu saja, meski susu pengganti makanan, atau makanan camilan lainnya, tentu tak kan terpenuhi kebutuhan zat gizinya. "susu terutama susu pengganti makanan itu hanya untuk anak atau orang yang sakit. Kalau anak sehat tapi sulit makan penyelesaiannya bukan seperti itu," tegas Inayah.

Makanan cair berbentuk susu memang memenuhi kebutuhan semua kalori layaknya makanan padat. Namun tetap saja ada yang tidak tergantikan, seperti protein nabati dan serat. Selain itu proses makan juga merupakan proses belajar bagi rongga mulut untuk menggigit dan mengunyah oleh gigi dan lambung. "Kalau makanan cair terus bisa-bisa proses belajar itu terlewatkan. Akibatnya malah memperburuk pola makan anak. Lebih jauh anak bisa malnutrisi karena protein lemak yang mestinya digunakan untuk pertumbuhannya terpaksa dibakar karena bahan bakar utama energi seperti hidrat arang tidak suplainya," papar Asti panjang lebar. Jadi intinya, jangan dibiarkan.


Berawal dari Rumah

Ingin anak mudah makan atau pola makannya baik, awalilah dari rumah :


  1. Kebiasaan makan rutin.

    Biasakan waktu rutin, tidak berubah-ubah. Perubahan, misal lebih cepat mungkin anak masih kenyang. Atau lebih lambat, membuat anak ngemil, sehingga waktu Anda memberinya makan ia sudah merasa kenyang.

  2. Makan bersama di waktu tertentu.

    Misalnya, selalu makan pagi dan malam harus bersama. Biasanya menyenangkan anak, karena siang ia tak bersama ayah atau ibunya.

  3. Jangan ngemil mendekati waktu makan.

    Harus dihindari agar tak menjadu kebiasaan. Karena lambat laun membuat anak lebih menyukai camilannya dibanding makanan utamanya.

  4. Kesepakatan dengan orangtua lain.

    Ini batu sandungan terbesar apalagi bila buah hati berada di playgroupnya. Maka, buatlah kesepakatan hanya memberikan makanan yang sehat-bukan mie goreng tanpa campuran sayur dan daging misalnya-begitu juga pada makanan ringannya, pada pesta anaknya.




Minggu, 29 Maret 2009

Bahaya Televisi pada Anak-Anak

Kedengarannya ekstrem. Tapi ini salah satu saran seorang dokter spesialis anak asal Amerika kepada para orang tua agar perkembangan otak dan kemampuan anak berkembang dengan baik. Kalau anak-anak dibiarkan bebas sebebas-bebasnya menonton TV, video, dan main game di komputer, apa yang terjadi terhadap pertumbuhan dan kemampuan belajar mereka? Itulah pertanyaan yang mengusik benak Susan R. Johnson, M.D., dokter spesialis anak asal San Francisco dan pernah mendalami ilmu kesehatan anak yang berkaitan dengan perilaku dan perkembangan. "Ratusan anak mengalami kesulitan berkonsentrasi pada pekerjaan, dan melakukan gerakan motorik kasar maupun halus. Kebanyakan mereka memenemui kesulitan dalam berhubungan dengan orang dewasa dan kelompok seusianya," paparnya.

Semula ia menduga, itu melulu akibat tayangan di televisi yang sering menampilkan kekerasan (terutama film kartun) dan semua iklan ditujukan pada mereka. Tetapi, baru semenjak kelahiran anaknya enam tahun lalu ia berhadapan dengan dampak yang sesungguhnya. Saat bermain di luar, jelas Susan, anaknya bisa asyik mengamati binatang kecil atau serangga, bikin mainan dari ranting dan batu, atau main air dan pasir. Ia tampak begitu damai dengan dirinya, tubuhnya, dan lingkungannya. Tetapi begitu di depan TV, ia begitu cuek dengan si ibu maupun lingkungannya. "Waktu saya matikan TV-nya, ia gelisah, senewen, dan selalu berteriak minta dinyalakan lagi. Tingkah polahnya kacau dan gerakan-gerakannya impulsif. Boro-boro bikin kreasi sendiri, ia justru meniru saja apa yang dilihatnya di TV dengan gerakan yang tidak kreatif, kaku, dan diulang-ulang".

Saat berusia 3,5 tahun, dia ajak anaknya mengunjungi sepupunya naik pesawat. Di pesawat diputar film Mission: Impossible. Kebetulan mereka tidak kebagian earphone sehingga yang tertangkap hanya gambarnya. Tapi justru karena itulah, "Ia mendapat mimpi buruk dan takut pada api atau bunyi ledakan selama enam bulan setelahnya, dan perilakunya berubah." Setahun kemudian ia meneliti enam orang anak berusia 8 - 11 tahun yang semuanya memiliki kesulitan membaca di Pusat Kesehatan Sekolah. Menurut Susan, "Kalau saya tunjukkan sejumlah huruf lalu saya minta mengenali huruf tertentu, mereka dapat melakukannya. Tapi kalau saya tidak menunjukkan apa-apa - berarti tanpa masukan visual - lalu saya suruh menuliskan huruf tertentu, mereka tidak bisa."

Timbul pertanyaan:
A) Apa yang terjadi pada anak yang sedang tumbuh dan berkembang jika mereka dipapari rangsangan audio dan visual pada saat bersamaan?
B) Berapa banyak kemampuan otak yang hilang atau bahkan tidak berkembang akibat kebiasaan itu?

Tiga tahap perkembangan otak
Kemampuan anak ibarat benih yang perlu dipelihara dan dipupuk agar tumbuh dengan baik. Kalau lingkungan tidak memberikan pemeliharaan dan perlindungan terhadap rangsangan yang berlebihan, maka potensi serta kemampuan-kemampuan tertentu tidak dapat terwujud. Anak dilahirkan dengan 10 miliar neuron (sel syaraf) di otaknya. Tiga tahun pertama sejak lahir merupakan periode di mana miliaran sel glial terus bertambah untuk memupuk neuron. Sel-sel syaraf ini dapat membentuk ribuan sambungan antarneuron yang disebut dendrite yang mirip sarang laba-laba, dan axon yang berbentuk memanjang.

Otak anak usia 6 - 7 tahun besarnya dua pertiga otak orang dewasa, tapi memiliki 5 - 7 kali lebih banyak sambungan antarneuron daripada otak anak usia 18 bulan atau orang dewasa. Otak mereka memang punya kemampuan besar untuk menyusun ribuan sambungan antarneuron. Namun, kemampuan itu berhenti pada umur 10 - 11 tahun jika tidak dikembangkan atau digunakan. Saat itu enzim tertentu dilepaskan dalam otak dan melarutkan semua jalur atau "urat" syaraf (pathways) yang tidak termielinasi dengan baik (mielinasi adalah proses pembungkusan jalur syaraf dengan myelin yang berujud protein-lemak). Perkembangan otak anak yang sedang tumbuh melalui tiga tahapan, mulai dari otak primitif (action brain), otak limbik (feeling brain), dan akhirnya ke neocortex (atau disebut juga thought brain, otak pikir).

Meski saling berkaitan, ketiganya punya fungsi sendiri-sendiri. Otak primitif mengatur fisik kita untuk bertahan hidup, mengelola gerak refleks, mengendalikan gerak motorik, memantau fungsi tubuh, dan memproses informasi yang masuk dari pancaindera. Saat menghadapi ancaman atau keadaan bahaya, bersama dengan otak limbik, otak primitif menyiapkan reaksi "hadapi atau lari" (fight or flight response) bagi tubuh. "Kita akan bereaksi secara fisik dan emosi lebih dulu sebelum otak pikir sempat memproses informasi," papar dr. Susan. Otak limbik memproses emosi seperti rasa suka dan tidak suka, cinta dan benci. Otak ini sebagai penghubung otak pikir dan otak primitif.

Maksudnya, otak primitif dapat diperintah mengikuti kehendak otak pikir, disaat lain otak pikir dapat "dikunci" untuk tidak melayani otak limbik dan primitif selama keadaan darurat, yang nyata maupun yang tidak. Sedangkan otak pikir, yang merupakan bentuk daya pikir tertinggi dan bagian otak yang paling objektif, menerima masukan dari otak primitif dan otak limbik. Namun, ia butuh waktu lebih banyak untuk memproses informasi, termasuk image, dari otak primitif dan otak limbik. Otak pikir juga merupakan tempat bergabungnya pengalaman, ingatan, perasaan, dan kemampuan berpikir untuk melahirkan gagasan dan tindakan. Mielinasi saraf otak berlangsung secara berurutan, mulai dari otak primitif, otak limbik, dan otak pikir. Jalur syaraf yang makin sering digunakan membuat mielin makin menebal. Makin tebal mielin, makin cepat impuls syaraf atau perjalanan sinyal sepanjang "urat" syaraf. Karena itu, anak yang sedang tumbuh dianjurkan menerima masukan dari lingkungannya sesuai dengan perkembangannya.

Di samping itu, anak juga membutuhkan pengalaman yang merangsang pancaindera. Namun, indera mereka perlu dilindungi dari rangsangan yang berlebihan karena anak-anak itu ibarat sepon. "Mereka menyerap apa saja yang dilihat, didengar, dicium, dirasakan, dan disentuh dari lingkungan mereka. Kemampuan otak mereka untuk memilah atau menyaring pengalaman rasa yang tidak menyenangkan dan berbahaya belum berkembang," papar Susan. Rangsangan dan perkembangan indera itu pada gilirannya akan mengembangkan bagian tertentu dari otak primitif yang disebut reticular activating system (RAS). RAS ini pintu masuk di mana kesan yang ditangkap setiap indera saling berkoordinasi sebelum diteruskan ke otak pikir.

RAS merupakan wilayah di otak yang membuat kita mampu memusatkan perhatian. Kurangnya stimulasi, atau sebaliknya stimulasi yang berlebihan, ditambah lagi dengan gerakan motorik kasar dan halus yang tidak berkembang secara baik, bisa menyebabkan rusaknya perhatian terhadap lingkungan. Sebelum anak berusia empat tahun, otak primitif dan otak limbik sudah 80% termielinasi. Setelah umur 6 - 7 tahun mielinasi bergeser ke otak pikir. Awalnya dari belahan otak kanan yang antara lain bertugas merespons citra visual. Ketika menonton TV, belahan otak kanan inilah yang paling dominan kerjanya.

Sedangkan ketika membaca, menulis, dan berbicara, belahan otak kiri yang dominan. Tugas utama otak kiri ialah berpikir secara analitis dan menyusun argumen logis langkah demi langkah. Ia menganalisis suara dan makna bahasa (misalnya, kemampuan mencocokkan suara dengan alfabet), juga mengelola keterampilan otot halus.

Pentingnya aktivitas motorik kasar
Kedua belahan otak itu dijembatani oleh bundel "urat" syaraf yang disebut corpus collosum. Sisi kanan dan kiri tubuh saling berkoordinasi melalui jembatan ini. Aktivitas motorik kasar seperti lompat tali, memanjat, lari, serta aktivitas motorik halus macam menggambar, merenda, membuat origami, dan bikin kue merupakan akitivitas penting bagi proses mielinasi C. collosum. Jalur ini memungkinkan kemampuan berpikir analitis (otak kiri) dan intuitif (otak kanan) untuk saling mempengaruhi. Sejumlah ahli neuropsikologi percaya, buruknya perkembangan jembatan ini mempengaruhi komunikasi efektif antara belahan otak kanan dan kiri. Diduga, inilah penyebab timbulnya kesulitan perhatian dan belajar pada anak. Pertanyaannya kemudian, apa kerugian otak dengan menonton televisi? televisi sesungguhnya hanya memberikan informasi kepada dua indera: mata dan telinga. Padahal ketajaman visual dan pandangan tiga dimensional pada anak belum berkembang sepenuhnya sampai usia empat tahun. Gambar yang dihasilkan layar televisi itu gambar dua dimensi, tidak fokus dan kabur karena tersusun dari titik-titik sinar. Itu membuat mata anak-anak harus memaksa diri agar gambar menjadi jelas. Televisi, juga barang elektronik lain, memancarkan gelombang elektromagnetik. Maka disarankan, posisi menonton setidaknya 120 cm dari TV dan 45 cm dari layar komputer.

Sistem visual yang meliputi kemampuan mencari (search out), memindai scan), memfokus, dan mengidentifikasi apa yang masuk ke bidang pandang, terganggu oleh kegiatan menonton TV. Padahal keterampilan visual ini perlu dikembangkan dalam kaitannya dengan membaca efektif. Saat menonton, pupil mata anak tidak melebar, dan nyaris tidak ada gerakan mata yang justru penting dalam kegiatan membaca. Mata dituntut terus bergerak dari kiri ke kanan halaman saat membaca. Kemampuan untuk memusatkan perhatian juga mengandalkan sistem visual ini. Sementara itu gambar-gambar televisi yang berubah secara cepat tiap 5 – 6 detik pada kebanyakan tayangan acara dan 2 - 3 detik pada iklan, membuat otak pikir tidak punya kesempatan memproses image. Padahal otak pikir perlu 5 - 6 detik untuk memproses gambar begitu mendapat stimulus.

Sebabkan kecemasan kronis
Membaca buku, berjalan-jalan di alam, atau bercakap dengan orang lain di mana anak punya kesempatan untuk merenung dan berpikir - jauh lebih mendidik daripada menonton TV. Kegiatan ini meniadakan pengalaman berharga itu. Menonton TV merupakan pekerjaan tanpa akhir, tanpa tujuan, dan tak bikin "kenyang". Tidak seperti makan dan tidur yang bisa bikin perut kenyang dan badan tidak capek lagi, menonton TV tidak ada ujungnya. "TV membuat anak ingin terus menonton tanpa pernah merasa puas," ungkap Susan. Bagaimana dengan Sesame Steet, misalnya? Bukankah acara itu mendidik dan di sana anak diajari cara membaca?

Sesame Street dan kebanyakan acara televisi untuk anak, papar Susan, meletakkan belahan otak kiri dan sebagian belahan otak kanan ke dalam gelombang alfa (slow wave of inactivity). Televisi membius fungsi-fungsi otak pikir dan merusak keseimbangan serta interaksi antara belahan otak kiri dan kanan.

Secara umum, membaca menghasilkan gelombang beta cepat dan aktif, sedangkan menonton televisi meningkatkan gelombang alfa lambat di belahan otak kiri dan kanan. Belahan kiri merupakan pusat penting dalam kegiatan membaca, menulis, dan berbicara. Otak kiri merupakan tempat di mana simbol-simbol abstrak (misalnya huruf-huruf alfabet) dikaitkan dengan bunyi. Sumber cahaya televisi yang berpendar dan bergetar diduga ada kaitannya dengan meningkatnya aktivitas gelombang lambat itu. Otak primitif tidak dapat membedakan mana gambar riil dan mana gambar di TV karena penglihatan merupakan tanggung jawab otak pikir. Karena itu, ketika TV menayangkan gambar-gambar close-up dan gambar-gambar bercahaya secara tiba-tiba, otak primitif bersama otak limbik segera menyiapkan respons "hadapi atau lari" dengan melepaskan hormon dan bahan kimia ke seluruh tubuh. Degup jantung dan tekanan darah naik. Darah yang mengalir ke otot-otot anggota badan meningkat, bersiap-siap menghadapi keadaan bahaya.

Karena itu terjadi dalam tubuh tanpa diikuti gerakan-gerakan yang sesuai dari anggota badan, maka acara-acara TV tertentu sesungguhnya meletakkan kita ke dalam suatu keadaan stres atau kecemasan kronis. Berbagai studi menunjukkan, pada orang dewasa yang mengalami stres kronis pertumbuhan belahan otak kirinya terhenti (atrophy). Ketika otak anak dipapari rangsangan visual sekaligus suara, yang diserap hanyalah visualnya. Ilustrasi tentang fenomena ini dapat dilihat pada sekelompok anak (6 - 7 tahun) yang disuguhi tontonan video yang suaranya tidak sesuai dengan gerakan visualnya. Begitu ditanya, mereka tidak ngeh kalau suara dan gambarnya tidak klop. Itu artinya, mereka tidak menyerap isi tontonannya. Begitu pula dengan Sesame Street. Intelligent hati

Namun, masih ada yang berkilah, "Apa salah memanfaatkan televisi sekadar untuk hiburan? Saya suka menonton film-film Disney macam Snow White." Televisi memiliki efek begitu dalam terhadap kehidupan perasaan atau jiwa kita. Menonton televisi membuat kita terlepas dari kehidupan nyata. Di kursi yang nyaman di ruang yang sejuk dengan banyak makanan, kita duduk menonton para tunawisma, orang kelaparan atau menderita di layar kaca. Kita tersentuh melihat nasib mereka, tetapi tidak berbuat apa-apa. Orang boleh bilang, membaca buku pun dapat membangkitkan perasaan serupa tanpa berbuat apa-apa. Namun, menurut dr. Susan, saat sedang membaca buku (yang tidak banyak gambarnya), pikiran bisa berimajinasi dan punya kesempatan memikirkannya. Pikiran itu dapat menggiring anak kepada gagasan yang menimbulkan inspirasi untuk melakukan sesuatu. Televisi tidak begitu."

"Kita tidak akan lupa dengan apa yang pernah kita lihat. Otak limbik dihubungkan dengan memori, dan gambar di TV kita ingat entah secara sadar, tanpa sadar, atau bawah sadar. Maka, kita hampir tidak mungkin menciptakan imajinasi tentang Snow White dari buku cerita jika kita sudah pernah menonton filmnya. Sebaliknya, orang sering kecewa ketika menonton film setelah membaca bukunya. Imajinasi kita itu jauh lebih kaya daripada apa yang dapat ditunjukkan di layar film," papar dr. Susan. Ketika menonton televisi, anak-anak tidak menggunakan imajinasi sama sekali. Itu berarti bagian tertentu di otak pikir untuk menciptakan gambaran (yang merupakan fondasi bagi angan-angan, intuisi, inspirasi, dan imajinasi), kurang dilatih. Kita dibekali kemampuan yang disebut heart intelligence yang perlu dikembangkan antara lain dengan berinteraksi dengan orang lain. "Kita mengalami bahasa nonverbal mereka, misalnya bagaimana ia bergerak, bagaimana nada suaranya, apakah ia menatap ke arah lain saat bicara. Inilah cara kita belajar melihat konsistensi antara isyarat verbal dan nonverbal untuk menemukan kebenaran," jelas dr. Susan. Televisi tidak bisa mengembangkan kemampuan itu.

Sumber : intisari

Jumat, 27 Maret 2009

KEBIASAAN MENGISAP JEMPOL PADA ANAK

Semua bayi mempunyai insting untuk menghisap apa pun yang menyentuh mulutnya. Kemampuan ini diperlukan agar bayi dapat menghisap ASI. Bagi bayi, menghisap-hisap jari dan kepalan tangan membuatnya merasa tenang dan nyaman. Lagi pula jempol adalah benda yang selalu setia setiap saat dan tentunya lebih higienis daripada dot atau pun empeng.

Pada sekitar usia satu tahun bayi mulai sesekali merasakan keluar dari perlindungan orang tua. Ia mulai dapat membedakan orang lain selain ayah dan ibunya, ia juga mulai mengenal dunia luar, selain lingkungan yang biasa ia kenal. Pengalaman-pengalaman tersebut membuat bayi merasa tidak nyaman dengan sesuatu yang dianggap asing. Hal itulah yang membuat bayi mulai memiliki kebiasaan unik, misalnya ada yang selalu memeluk boneka beruang ke mana pun ia pergi, ada yang selalu mengelus-elus selimut kesayangannya, bahkan ada yang menghisap-hisap jempol. Bagi anak, jempol adalah sahabat setia yang selalu menemaninya setiap saat, meskipun harus berpisah dengan orang tuanya. Anak membutuhkan rasa nyaman pada saat ia cemas, sedih, uring-uringan, lelah atau bosan.

Kebiasan menghisap jempol pada anak, sebenarnya bukan sesuatu yang harus dirisaukan orang tua, selama anak menghisap jempol hanya pada waktu-waktu tertentu, karena ada anak yang menghisap jempol sepanjang waktu, sehingga membuat jempolnya pucat dan keriput. Walaupun demikian menghisap jempol sebaiknya disikapi dengan tenang oleh orang tua, karena sikap orang tua yang berlebihan, hanya akan membuat anak semakin tidak nyaman dan tertekan. Anak hanya akan semakin betah dengan kebiasaannya atau justru memberontak.

Dampak Negatif Menghisap Jempol Kebiasaan menghisap jempol yang terus menerus sepanjang hari atau yang berlanjut hingga bayi berusia tiga tahun dapat berdampak negatif terhadap proses tumbuh kembang anak. Pertumbuhan gigi dan kemampuan bicara anak dapat terganggu. Begitu juga dengan makanan, anak bisa mempunyai masalah gizi jika ia lebih menyukai jempolnya ketimbang makanan. Apalagi jika kebiasaan ini berlanjut hingga saat gigi permanen mulai tumbuh (sekitar usia enam sampai tujuh tahun). Jika pada usia ini anak masih menghisap jempol, dapat menyebabkan gigi bagian atas mencuat ke depan (tonggos), dan gigi bagian bawah akan mengarah ke dalam mulut. Susunan gigi seperti ini akan membuat pemiliknya kesulitan untuk menggigit makanan, karena jarak antara gigi atas dengan gigi bawah berjauhan.

Selain itu anak yang mempunyai kebiasaan menghisap jempol, akan enggan melatih kemampuan bicaranya dan masalah gizi karena ia lebih menyukai jempolnya daripada makanan. Pada usia balita, rahang anak masih dalam proses pembentukan, tulang rahang anak belum kuat. Rahang anak dapat dengan mudah berubah susunannya karena tekanan akibat hisapan jempol. Menghisap jempol berlebihan dapat menyebabkan kelainan pada langit-langit mulut. Langit-langit mulut dapat menjadi terlalu sempit dan berakibat gigi tumbuh karena sempitnya rahang. Jadi, waspadai jika anak masih memiliki kebiasaan menghisap jempol setelah anak berusia tiga tahun.

Kamis, 26 Maret 2009

KIAT MENGATASI ANAK SUSAH MAKAN

Balita Anda susah makan? Jangan emosi. Berpikirlah dengan tenang dan aturlah strategi. Berikut dr Soeroyo Machfudz SpA(K) MPH dari Yogyakarta memberikan beberapa kiat yang bisa dimanfaatkan:

  1. Bagi ibu yang bekerja, luangkan waktu sebentar saja tetapi berkualitas untuk menyuapi anaknya. Sebab, sebenarnya anak-anak sangat mengerti bila ibunya bekerja.

  2. Berikanlah kepuasan psikis kepada anak yang sesuai dengan usianya, dan buatlah agar suasana hatinya senang, misalnya anak makan sambil jalan-jalan, melihat kereta api, dan lain-lain. Problem utama anak susah makan itu 6 bulan sampai 2 tahun. ''Asal usia itu terlewati dengan bagus, Insya Allah ke depannya tidak ada masalah.'', tutur Soeroyo.

  3. Pada saat orang tua baik ibu maupun ayahnya pulang kerja, pertama kali yang harus dipegang atau disapa adalah anaknya. Jangan yang lain.

  4. Jangan memaksa anak makan sampai mencekoki, mencubit atau bahkan memelototi. Bagaimana bila anak tidak mau sayur, tahu-tempe, dan makanan bergizi lainnya? Soeroyo menyarankan sebaiknya anak 'dilaparkan' dulu. ' Tetapi, kita siapkan makanan yang sudah kita programkan, nanti berangsur-angsur dia akan mau, tetapi memang perlu telaten, disiplin.'', jelas dia. Sebaiknya sedini mungkin kita menerapkan penghargaan dan hukuman yang edukatif. Misalnya, pada waktu anak mau makan dipuji, diajak jalan-jalan, ciuman, pelukan. Bila tidak mau makan, katakan, misalnya, ibu atau ayah tidak mau lihat televisi bersama-sama, tidak mau jalan-jalan lagi.

  5. Pada anak berusia setelah empat bulan-enam bulan, baik diberi bubur instan asalkan anak tak alergi susu. Setelah anak berusia enam bulan, lebih bagus membuat bubur sendiri, karena ada macam-macam pilihan sayuran dan lauk-pauk yang bisa mengurangi kejenuhan rasa. Misalnya, hati dengan bayam, kemudian wortel dengan tempe, kangkung dengan tahu, dan sebagainya. Namun, bila dengan makanan tersebut anak mengalami diare atau muntah maka menu harus dievaluasi.

  6. Pada saat bayi mengalami perubahan makanan seperti enam bulan, sembilan bulan satu tahun, dia akan merasa-rasakan karena rasanya aneh sehingga kadang dimain-mainkan seperti dimuntahkan, ini harus dimasukkan lagi. Prinsipnya bila makanan tersebut dimuntahkan, harus sedikit-sedikit dan makanannya harus lebih cair lagi.

  7. Pada kasus anak yang mengalami gangguan psikis yang manifestasinya pada lambung dengan muntah bisa teratasi kira-kira setelah tiga tahun. Tetapi, kasus seperti itu jarang dan tidak menjadi masalah asal kebutuhan gizi, kalori, lemak, proteinnya tercukupi.

Selasa, 24 Maret 2009

CACAR AIR DAN IBU HAMIL

Penyakit cacar air masih sering dijumpai di Indonesia, terutama pada anak-anak. Penyakit ini kadang menyerang wanita hamil. Meski umumnya cacar air ialah penyakit ringan, tapi pada wanita hamil kadang-kadang bisa menjadi lebih berat, dan dapat menyebabkan bayi lahir sebelum cukup bulan (persalinan prematur) atau tertular penyakit itu sewaktu berada di kandungan.

Secara teoritis, bila ibu hamil kurang dari 20 minggu (4 bulan 3 minggu) terkena infeksi cacar air, maka janin yang dikandungnya akan tertular dan dapat mengakibatkan kelainan. Tapi frekuensi cacat bawaan tak lebih tinggi pada bayi yang lahir dari ibu yang menderita cacar air dalam masa kehamilannya dibandingkan dengan ibu yang tak menderita cacar air.

Suatu penelitian dengan jumlah besar telah dilakukan di Jerman dan Inggris oleh Enders dkk pada 1994 yang melibatkan 1.373 wanita hamil. Enders menyimpulkan, bila infeksi terjadi setelah kehamilan 20 minggu, tak ada bukti secara klinis bahwa bayi yang dikandung ibu penderita cacar air terserang penyakit itu. Bila infeksi cacar air terjadi pada kehamilan kurang dari 13 minggu, dijumpai 0,4 persen janin terkena infeksi dari ibunya. Risiko tertular paling tinggi pada usia kehamilan 13-20 minggu, yaitu sebesar 2 persen.

Jadi pada usia kehamilan 6 minggu, risiko tertular pada janin ialah 0,4 persen (kecil). Untuk mengetahui apakah janin tertular atau tidak, sangat sulit. Ada satu cara yang dapat dipakai untuk keperluan tersebut, tapi tindakannya invasif dan berisiko, yaitu mengambil darah janin (kordosintesis) melalui tali pusat dengan bimbingan USG. Darah itu lalu diperiksa di laboratorium untuk mencari ada-tidak imunoglobulin (tanda infeksi) atau melakukan biakan virus.

Untuk melihat keadaan fisik janin, dapat dilakukan pemeriksaan USG untuk penapisan (screening) cacat bawaan, biasanya dilakukan pada usia kehamilan 18-20 minggu. Sayang sekali, tak semua cacat bawaan dapat dideteksi secara dini dengan USG. Menurut saya, yang juga jangan dilupakan adalah selalu berdoa kepada Tuhan YME agar janin yang dikandung tak cacat serta sehat jasmani, rohani, dan sosial.

Obat-obatan yang dimakan seperti CTM, Fevrin, Proviral, Amoxillin, dan obat demam dapat berpengaruh pada janin. Setiap dokter akan selalu memperhitungkan segi positif dan negatif dari setiap obat sebelum diberikan kepada pasiennya. Hanya obat-obatan yang mempunyai nilai positif besar terhadap kesehatan Ibu dan janinnya, yang akan diberikan dokter.

Tanyakan kembali pada dokter kandungan mengenai obat-obatan yang diberikan. Bila tiba saat persalinan kelak, mohon diingatkan pada dokter spesialis anak untuk memeriksa secara khusus akan kemungkinan bayi terkena penyakit cacar air.

DEMAM DENGUE


Infeksi dengue disebabkan oleh virus. Biasanya muncul dalam bentuk demam. Kadang-kadang pasien yang menderita dengue akan mengalami perdarahan. Daerah-daerah perdarahan yang umum terjadi adalah di hidung, gusi atau kulit. Terkadang pasien mengeluarkan muntah hitam seperti kopi dan juga tinja berwarna hitam. Ini menandakan adanya perdarahan pada pencernaan yang serius. Pasien dengue yang disertai dengan perdarahan disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) atau Demam Berdarah. Terkadang penderita dengue akan mengalami shock; ini disebut DSS (Dengue Shock Syndrome).

Kapan kita mencurigai Dengue?
Dengue harus dicurigai pada saat kita terkena demam secara mendadak. Demam tinggi sekitar 103-105 ºF atau 39-40 ºC yang disertai sakit kepala hebat (umumnya di dahi), sakit di belakang mata, badan ngilu dan sakit, bercak merah di kulit serta mual atau muntah. Demam akan terjadi selama 5-7 hari. Pada beberapa pasien, panas akan turun di hari ke-3 atau ke-4 tetapi hari berikutnya naik lagi. Semua gejala dan tanda-tanda di atas terkadang tidak timbul pada penderita. Pasien merasa sangat tidak nyaman setelah sakit.

Ada bermacam tipe demam, kapan harus mencurigai Dengue?
Ciri khas Dengue yang membedakannya dari demam lainnya adalah sakit di belakang mata, nyeri otot, nyeri sendi, dan bercak merah di kulit. Dari tanda-tanda di atas dapat ditegakkan diagnosa kemungkinan terkena Dengue. Rasa sangat nyeri pada sendi yang disebabkan oleh demam Dengue itulah yang menjadikan alasan demam Dengue disebut juga Demam Patah-Tulang.

Bagaimana seseorang dapat terkena Demam Dengue?
Demam Dengue terjadi setelah seseorang digigit nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi. Nyamuk jenis ini mempunyai bintik-bintik putih pada badan dan kakinya yang mudah dikenal orang biasa. Nyamuk ini berkembang biak di air yang jernih dan hanya mampu terbang sejauh 100 - 200 meter. Nyamuk mendapatkan virus dengue setelah menggigit orang yang terinfeksi virus dengue.

Dapatkah saya tertular demam dengue langsung dari orang lain?
Demam dengue tidak menular secara langsung dari orang ke orang.Demam dengue hanya menular melalui gigitan nyamuk yang telah terinfeksi.

Kapan gejala dengue timbul setelah terkena infeksi?
Setelah virus masuk ke dalam tubuh seseorang, virus akan berkembang biak (memperbanyak diri) di dalam kelenjar limfa. Gejala akan timbul setelah virus memperbanyak diri. Hal ini terjadi sekitar 4-6 hari (rata-rata) setelah virus masuk ke dalam tubuh manusia.

Dapatkah seseorang menderita dengue tanpa gejala?
Dapat. Ada banyak orang yang terinfeksi oleh virus tetapi tidak menunjukkan tanda atau gejala mengalami penyakit. Untuk setiap pasien yang mengalami tanda dan gejala terinfeksi virus dengue, mungkin terdapat 4 - 5 orang lain yang tidak mengalami, atau mengalami gejala yang ringan saja.

Bagaimana pengobatannya? Dapatkah disembuhkan?
Seperti juga penyakit virus lainnya tidak ada pengobatan khusus untuk demam dengue. Antibiotik tidak dapat membantu. Paracetamol (yang dapat dibeli tanpa resep) adalah obat pilihan utama untuk menurunkan panas dan sakit sendi. Obat lain seperti Aspirin dan Brufen harus dihindari karena bisa meningkatkan resiko perdarahan. Dokter harus hati-hati ketika memberikan resep obat. Obat yang bisa menurunkan trombosit harus dihindari.

Dapatkah dengue menjadi berbahaya?
Infeksi dapat menjadi berbahaya jika mengakibatkan kerusakan pada dinding pembuluh darah. Kerusakan dimulai dari meningkatnya permeabilitas dinding pembuluh darah, yang mengakibatkan merembesnya cairan darah/ plasma menuju berbagai organ, sampai dengan pecahnya pembuluh darah yang berakibat timbulnya perdarahan. Tanda dan gejala Demam Dengue Berdarah dan Sindrom Shock Dengue berhubungan dengan kerusakan pembuluh darah dan kelainan fungsi dari komponen pembeku dalam darah.

Dapatkah orang meninggal karena demam dengue?
Orang yang menderita demam dengue tidak punya resiko meninggal tetapi beberapa dari demam ini yang telah berlanjut menjadi Demam Berdarah (DHF) atau Shock (DSS) dapat mengakibatkan meninggal. Dengan penanganan yang baik penderita DHF dan DSS bisa diatasi dan bisa disembuhkan Penanganan yang baik dan tepat waktu (dini) dapat menyelamatkan banyak jiwa.

Kapan harusnya pasien demam Dengue pergi ke rumah sakit atau konsul ke dokter?
Umumnya perkembangan ke arah dengue hemorrhagic atau dengue shock syndrome terjadi setelah 3-5 hari mengalami demam. Pada saat itu, biasanya demam menurun. Hal ini dapat mengecoh kita yang menyangka bahwa penyakit tersebut menuju kesembuhan. Sebenarnya ini adalah saat yang paling berbahaya yang memerlukan kewas-padaan bagi petugas yang merawat. Tanda dan gejala yang harus diperhatikan adalah sakit perut yang hebat, muntah terus menerus, perdarahan di kulit yang tampak berupa bercak kecil merah atau keunguan, hidung berdarah, gusi berdarah, tinja berwarna hitam seperti arang. Bawa segera penderita ke rumah sakit jika ada dua gejala utama di atas yaitu nyeri di dalam perut dan adanya muntah-muntah yang berkepanjangan. Biasanya akan terlambat jika kita menunggu sampai terjadi perdarahan. Jenis dengue yang paling berbahaya adalah sindrom DSS (Dengue Shock Syndrome). Tanda tandanya adalah rasa sangat haus, kulit pucat dan dingin (karena tekanan darah sangat rendah), gelisah dan lemah.

Apakah ada vaksin untuk mencegah demam dengue?
Sejenis vaksin telah dibuat untuk mencegah demam dengue tetapi masih dalam tahap uji coba. Saat ini belum dipasarkan. Kemajuan teknologi akan membantu mencegah demam dengue dengan vaksinasi dalam beberapa tahun ke depan.

Apakah ada efek jangka panjang dari demam dengue?
Kebanyakan penderita demam dengue sembuh dalam waktu 1-2 minggu. Sebagian penderita akan merasa lelah untuk beberapa minggu. Namun, jika gejala masih menetap setelah masa tersebut, agar menghubungi dokter.

Dimana biasanya nyamuk penyebar dengue hidup?
Kebanyakan nyamuk Aedes aegypti hidup di dalam rumah, di kloset, dan di tempat-tempat yang gelap. Di luar rumah nyamuk tersebut akan hidup di tempat yang dingin dan terlindung matahari. Nyamuk betina akan bertelur di dalam air yang tergenang di dalam dan sekitar rumah dan daerah pemukiman lain. Telur-telur ini akan berkembang menjadi larva dan kemudian berubah menjadi bentuk dewasa dalam 10 hari.

Bagaimana mengurangi berkembang biaknya nyamuk?
Nyamuk dengue berkembang biak dalam air yang tergenang dan terbuka. Tempat yang cocok untuk berkembang biak adalah tong, drum, pot, baskom, ember, vas bunga, batang/daun tanaman, bekas piring, tangki, botol buangan, kaleng, ban bekas, air pendingin, dll. Mencegah nyamuk agar tidak berkembang biak, alirkan air keluar dari penampung AC window, bak air, tong, dll. Buang semua benda-benda yang dapat menampung air (seperti bekas tanaman, dll) dari rumah dan sekitarnya. Kumpulkan dan hancurkan benda-benda yang dapat menampung air seperti botol-botol, tempat plastik, kaleng, ban bekas, dll. Jika tidak mungkin membuang air atau tidak dapat menutupnya dengan sempurna, gunakan TEMEPHOS, sejenis insektisida, (dengan merek dagang Abate) 1 ppm (persejuta bagian) sesuai petunjuk setempat untuk mencegah larva berkembang menjadi dewasa.

Bagaimana mencegah gigitan nyamuk agar terhindar dengue?
Kita tidak bisa membedakan apakah nyamuk itu mengandung virus dengue atau tidak. Karena itu setiap orang harus melindungi dirinya dari gigitan nyamuk. Nyamuk dengue menggigit manusia pada siang hari. Keseringannya adalah pada saat 2 jam setelah matahari terbit dan sebelum matahari terbenam. Kenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh agar tidak digigit nyamuk. Oleskan anti gigitan nyamuk - hati-hati menggunakannya pada anak-anak dan orang tua. Alat-alat lainnya seperti coils, alas berlistrik pengusir nyamuk juga dapat digunakan pada siang hari. Gunakan kelambu untuk melindungi anak-anak, orang tua dan yang tidur di siang hari. Manfaat kelambu dapat ditingkatkan dengan memberi insektisida pyrethroid (permethrin). Kelambu seperti ini banyak digunakan dalam pencegahan penyakit malaria.

Adakah nasihat bagi penderita demam dengue untuk mencegah penyebaran kepada orang lain?
Penyebaran dengue dapat terjadi dari pasien ke orang lain melalui gigitan nyamuk. Pasien harus dilindungi dari gigitan nyamuk. Ini dapat dilakukan dengan melindungi pasien menggunakan kelambu. Anti gigitan nyamuk (repellents) yang efektif dapat mencegah pasien digigit nyamuk sehingga nyamuk tidak dapat menyebarkan penyakit ke orang lain.

Apakah yang harus dilakukan dokter untuk menangani dengue?
Pasien yang diduga terkena demam dengue berdarah atau dengue shock syndrome harus segera dirawat di rumah sakit, jangan ditunda.

Apakah yang harus dilakukan masyarakat untuk mencegah dengue?
Sebenarnya, masyarakatlah adalah kunci dalam pencegahan Dengue. Sebagaimana disebutkan di atas, pencegahan dengue sangat ditentukan oleh mencegah nyamuk Aedes aegypti menyebarkan dengue dari tempat berkembang biak di dalam dan di sekitar rumah. Setiap rumah dapat melakukan pencegahan dengan cara sangat sederhana yaitu mencegah adanya genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biak Aedes aegypti dengan mengalirkan air keluar dari berbagai wadah, dengan secara teratur mengganti air dan membersihkan vase bunga dan benda-benda lainnya, atau benda yang tak berguna dihancurkan/dibuang jauh-jauh. Karena nyamuk tidak dapat terbang jauh, "pembersihan rumah" oleh semua anggota masyarakat akan meniadakan tempat berkembang biak nyamuk, sehingga mencegah terjadinya dengue. Strategi utama dalam mencegah dan mengendalikan dengue adalah "meniadakan sumbernya" atau meniadakan tempat berkembang biak nyamuk.

Dalam keadaan terjadi ledakan atau epidemi dengue, apa siasat kita?
Pencegahan tempat bersarangnya nyamuk tetap merupakan keutamaan. Namun untuk menghentikan ataumemperlambat terjadinya penyebaran dapat dibantu dengan "thermal fogging" menggunakan mesin semprot (fogging). Dalam fogging kita dapat menggunakan insektisida yang mampu segera membunuh nyamuk dewasa. Jika fogging dilakukan setelah terjadinya epidemi, kegiatan ini sudah terlambat. Fogging akan efektif jika dilakukan setiap 3- 4 hari. Ini mahal dan memakan waktu banyak. Karena itu upaya yang dilakukan oleh masyarakat, untuk masyarakat, untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk akan jauh lebih murah dan efektif dari pada pemberantasan nyamuk (fogging) sewaktu timbul ledakan.

Jumat, 20 Maret 2009

DEMAM PADA ANAK

oleh: Purnamawati S Pujiarto, Dr SpAK, MMPed

Demam merupakan masalah yang sering menimpa anak kita dan tidak sedikit kita2 sebagai orang tua mudah panik sehingga langsung ke dokter anak dan berharap agar cepat sembuh. Sebenarnya kalau kita tahu apa itu demam dan cara mengatasinya, tidak selalu kita harus ke dokter loh...

Lalu apa sih demam itu?
Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh anak mencapai lebih dari 38C dan prosesnya terdiri dari 3 fase, yaitu
(1) menggigil sampai suhu tubuh mencapai puncaknya
(2) suhu menetap dan
(3) suhu menurun. Demam juga merupakan mekanisme tubuh untuk melawan penyakit, karena suhu tubuh yang tinggi dapat membunuh virus (yang bisa meningkat jumlahnya pada suhu tubuh rendah). So better not to treat low grade fever.

Bagaimana bisa timbul demam?
Peningkatan suhu tubuh ditimbulkan oleh beredarnya molekul kecil didalam tubuh kita yang disebut PIROGEN (zat pencetus panas). Zat ini juga berguna untuk mengerahkan sel darah putih ke lokasi infeksi dan terjadinya peningkatan pirogen ini bisa disebabkan karena; Infeksi maupun Non Infeksi, seperti alergi, tumbuh gigi, keganasan, autoimun (adanya kesalahan "program" di dalam tubuh dimana organ tubuh kita disangka sebagai "musuh" dan diserang oleh sistem kekebalan tubuh kita sendiri) dan lain2. Diantara kedua penyebab diatas, demam lebih sering disebabkan karena infeksi, bisa oleh bakteri atau virus and in most cases (more than 75%), infeksi ini disebabkan oleh virus , terutama pada bayi dan anak . Jadi bisa disimpulkan bahwa demam bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu gejala....dan gejala tidak akan hilang apabila penyebabnya tidak ditangani.
Makanya ketika anak diberikan obat penurun panas, dalam beberapa jam panasnya naik lagi, ini terjadi karena obat penurun panas tidak menyembuhkan penyakitnya. Lalu apa dong gunanya minum obat penurun panas? gunanya adalah supaya menurunkan suhu tubuh, agar suhu tubuh tidak terus meningkat dan supaya anak merasa nyaman (pain killer), tetapi bukan untuk menormalkan suhu tubuh! Sekali lagi mohon di ingat - demam bukan penyakit - demam adalah gejala & yang terpenting - cari penyebabnya. Kalau penyebabnya infeksi virus seperti pilek atau flu, obatnya hanya waktu dan beberapa pegangan di bawah ini. Jangan berikan antibiotik karena antibiotik tidak dapat membunuh virus

Cara mengatasi demam
1. Minum Banyak karena demam dapat menimbulkan dehidrasi (baca "kerugian yg dapat terjadi karena demam").
2. Kompres anak dengan air hangat. Kok bukan dengan air dingin? karena apabila diberi air dingin, otak kita akan menyangka bahwa suhu diluar tubuh dingin sehingga otak akan memerintahkan tubuh untuk menaikkan suhunya dengan cara menggigil sehingga memproduksi panas. Akibatnya suhu tubuh anak bukannya turun, melainkan tambah panas.
3.Beri obat penurun panas, acetaminophen atau paracetamol, sesuai dosis. Kapan obat penurun panas diberikan? Bila suhu di atas 38.5C, atau bila anak uncomfortable. Sebaiknya jangan berikan obat demam apabila panasnya tidak terlalu tinggi (dibawah 38.5C).

Ingat:
Sebaiknya kompres dilakukan ketika: anak merasa uncomfortable, suhu mencapai 40C, pernah kejang demam/keluarga dekat pernah menderita kejang demam atau anak muntah2 sehingga obat tidak bisa masuk.
Cara melakukan kompres: taruh anak di bath tub mandi dengan air hangat (30-32C) atau usapkan air hangat disekujur tubuh anak. Kalau anak menolak, duduk di bath tub beri mainan & ajak bermain.

Kerugian yang dapat terjadi karena demam

1. Dehidrasi
Tanda2nya: ubun2 cekung, kencingnya sedikit dan apabila punggung tangannya dicubit, kulitnya lambat kembali. Yang harus dilakukan: beri minum yang banyak, jus buah, es batu atau es krim. Apabila anak muntah atau diare, berikan oralit, pedialite, atau kalau sudah di atas usia 1 tahun tetapi tidak menyukai pedialit atau oralit, dapat diberikan pocari sweat atau gatorade (yang penting minuman yg mengandung elektrolit).

2. Kejang Demam(Febrile convulsion)
Jarang terjadi, terutama pada anak usia antara 6 bulan - 3 tahun.
Tanda2nya: hilang kesadaran, kedua tangan kakinya bergerak dalam waktu yang sebentar (istilah nya kejang yg menyeluruh atau generalized, tidak hanya satu sisi saja atau tangan saja atau kaki saja), biasanya berlangsung beberapa detik dan tidak lebih dari 5 menit. Berbeda dgn kejang yg disebabkan epilepsi (kejang nya lama, tidak harus seluruh anggota tubuh yang mengalami kejang, dan setelah kejang tidak sadar) or radang otak akibat herpes simplex yg tanda2nya: hanya sebelah tangan kakinya yg bergerak dan terjadi dlm waktu lama, lebih dr 10 menit, dan setelah kejang pasien tidak sadar. Walau nampak menakutkan, kejang demam umumnya tidak berbahaya, namun begitu apabila anak mengalami kejang, sebaiknya dibawa ke dokter. Ada obat yang dapat mengurangi kejangnya, seperti diazepam atau valium yang berguna untuk merelaksasi otot. Tapi harus diberikan ketika terjadi kejang, tidak berguna apabila diberikan sebelum atau sesudah kejang.

Obat demam
Tabel dibawah menunjukkan beberapa obat demam yang tersedia di Indonesia.

1. Ibuprophen
Untuk mengobati : nyeri, demam, peradangan
Merek Dagang : Proris, Fenris, Motrin
Efek Samping : Iritasi lambung, pendarahan saluran pencernaan. Jgn diberikan bila anak muntah/diare.

2. Acetaminophen
Untuk mengobati : nyeri, demam
Merek Dagang : Tempra, Panadol
Efek Samping : Paling aman, bila sesuai dosis. Overdose menyebabkan kerusakan hati.

3. Acetosal
Untuk mengobati : nyeri, demam, peradangan
Merek Dagang : Aspilet, Aspirin, Aseptosal
Efek Samping : Gangguan otak dan hati, iritasi lambung. Tidak untuk anak dibawah 12 tahun.

4. Metamizole
Untuk mengobati : nyeri, demam, peradangan
Merek Dagang : Novalgin
Efek Samping : Alergi (contoh: muka bengkak)

Prinsip dalam menangani demam
Dibawah ini merupakan hal2 yg harus kita lakukan apabila anak demam as recommended by Mayo Clinic USA dan AAP )American Academy of Pediatrics):
- Cari tahu penyebab panasnya.
- Don't panic! umumnya demam tidak membahayakan jiwa.
- Amati perilaku anak. Bila pada suhu tidak terlalu tinggi anak masih riang, aktif dan mau main, maka kita tidak perlu panik.
- Jangan memberikan obat penurun panas bila demam tidak tinggi.
- Mengetahui kapan harus cemas dan menghubungi dokter (lihat dibawah).

Kapan harus menghubungi dokter?
Dibawah adalah panduan yang dibuat oleh American Academy of Pediatrics:
- Bila bayi berusia kurang dr 3 bln dgn suhu tubuh mencapai 38C atau lebih.
- Bila bayi berusia 3-6 bln dgn suhu tubuh mencapai 38.3C atau lebih.
- Bila bayi & anak berusia lebih 6 bln dgn suhu tubuh mencapai 40C atau lebih.
- Tidak mau minum/ telah mengalami dehidrasi.
- Menangis terus menerus.
- Tidur terus menerus.
- Kejang
- Sesak nafas, gelisah, muntah or diare.

Kamis, 19 Maret 2009

25 PERTANYAAN PENTING SEPUTAR BAYI



  1. Apakah manfaat ASI bagi bayi lahir dini ?
    ASI sangat dibutuhkan oleh semua bayi, terlebih lagi bayi lahir dini (prematur) . Ketika melewati masa kritis, yaitu minggu pertama kelahirannya , bayi lahir dini sedang berjuang untuk tumbuh. Tak ada yang dapat membantu perjuangannya selain ASI. Sebaiknya, bayi tetap disusui, sekalipun bayi lahir dini umumnya tidak banyak minum. Si kecil sangat membutuhkan ASI, karenaASI menyediakan antibody, kalori, vitamin dan protein sesuai kebutuhan si kecil di masa kritis itu.

  2. Normalkah jika ASI merembes waktu mendengar tangisan bayi ?
    Normal, Bahkan jika yang menangis itu bukan bayi Anda. Hal ini terjadi karena reaksi oxytocin, hormon yang bertugas mengatur produksi ASI, akan segera diproduksi sesaat Anda teringat pada si kecil. atau mengalami sesuatu yang mengingatkan Anda pada si kecil.

  3. Bayi baru sering menangis dan terlihat tidak bahagia, apakah ini pertanda dia bayi sulit ?
    Hal ini normal terjadi, dan belum dapat digolongkan sebagai bayi sulit. Penelitian menunjukkan bahwa tangis si kecil membentuk pola tertentu. Si kecil akan sering menangis setelah memasuki usia 2 - 3 minggu kelahirannya, dan akan mencapai puncaknya pada usia 6 - 8 minggu, untuk kemudian mereda kembali, hingga mencapai titik terendah pada bulan keempat.Selain itu, bayi biasanya menangis untuk sekedar melepas ketegangan.

  4. Mengapa bayi sering menggeliat ?
    Bayi, terutama yang masih sangat kecil, banyak bergerak. Umumnya gerakan mereka terjadi diluar kendali, dengan hentakan-hentakan yang disebabkan oleh pesatnya perkembangan neurologis di bulan-bulan pertama. Namun, jika menurut ,Anda gerakannya lebih daripada gerakan biasa - seperti kejang-kejang- segera konsultasikan ke dokter. Pada beberapa kasus, gerakan spontan mengindikasikan adanya serangan atau gangguan neurologis.

  5. Dapatkah bayi baru lahir mengenali suara ibunya ?
    Penelitian menunjukkan bahwa bayi dapat mengenali suara ( suara orang tua, misalnya ) dan bereaksi pada bulan pertama kelahirannya, namun tak dapat dipastikan dapat memahami emosi dan makna dari intonasi yang menyertai suara tersebut.

  6. Adakah faktor yang perlu diperhatikan agar dapat menyusui dengan baik ?
    - Segera beri ASI saat si kecil terlihat lapar. Paling tidak, 10 - 12 kali sehari selama minggu pertama. Semangkin sering si kecil disusui, semangkin meningkat produksi ASI Anda.
    - Pastikan si kecil disusui dalam posisi yang tepat, Pipi dan dagunga menempel pada payudara, dan seluruh areola berada dalam mulut bayi. Posisi menyusui yang baik akan mengurangi terjadinya resiko luka di sekitar areola.
    - Susui si kecil dengan kedua payudara secara bergantian, setiap kali menyusui.

  7. Posisi tidur seperti apakah yang baik untuk bayi baru ?
    Penelitian terakhir mengindikasikan bahwa bayi yang baru lahir sebaiknya dibaringkan dengan posisi terlentang. Posisi ini berperan mencegah terjadinya risiko kejadian SIDS ( Sudden Infant Death Syindrome )

  8. Bagaimana perawatan yang tepat sebelum tali pusat si kecil puput ?
    Setiap mengganti popok si kecil, tutupkanlah kapas beralkohol pada tali pusat si kecil. Kemudia bersihkanlah sekelilingnya dengan kapas. Hingga saatnya puput, sebaiknya Anda tidak menutupi daerah tersebut dengan popok. Sebaiknya, lipat popok pada bagian bawah tali pusat, demi melancarkan aliran udara di sekitarnya.
    Biasanya tali pusat akan puput setelah 1 - 2 minggu.

  9. Apakah baik jika Si kecil tidur di tempat tidur yang sama dengan orangtuanya ?
    Ada sisi negatif dan positif dari aktifitas ini. Sisi positifnya adalah si kecil akan lebih mudah disusui pada malam hari, dan Anda akan merasa aman karena berdekatan dengannya. Sedangkan sisi negatifnya adalah Anda membuka peluang terbentuknya kebiasaan yang sulit untuk dirubah

  10. Apakah tandanya kondisi si kecil sedang tidak sehat ?
    Jika salah satu atau beberapa tanda di atas terlihat, segera bawa si kecil ke dokter.
    - Suhu tubuh yang tinggi, pada bayi yang baru lahir seringkali menandakan bahwa si kecil sedang mengalami demam.
    - Muntahan yang berulang menimbulkan resiko dehidrasi pada si kecil.
    - Buang air besar lebih dari sekali dalam sehari dengan kuantitas yang lebih banyak dari biasanya, lebih cair, dan mengandung lendir atau darah.
    - Daerah sekitar mulut kering, mata dan ubun-ubun cekung menandakan bahwa si kecil kekurangan cairan.
    - Tidak memiliki napsu makan.

  11. Kapankah bayi baru dapat melihat dengan fokus dan membedakan obyek yang dilihatnya ?
    Paham umum yang berlaku mengatakan bahwa bayi baru dapat melihat dengan jelas beberapa bulan stelah lahir. Namun, dengan cara pengujian tertentu kini telah diketahui bahwa hanya beberapa minggu setelah kelahirannya, si kecil sudah dapat melihat dan membedakan obyek yang dilihatnya. Hanya saja, jarak pandangnya masih sangat terbatas, yaitu 8 - 15 inci dari matanya. Sesungguhnya ini adalah jarak yang terentang antara wajah bayi dengan wajah ibu ketika menyusui.

  12. Mungkinkah menyusui dalam posisi tidur pada malam hari menyebabkan infeksi telinga pada bayi baru ?
    Menyusui si kecil dengan posisi tidur sama sekali tidak ada hubungannya dengan infeksi telinga si kecil. Sebaliknya, menyusui pada malam hari, apapun posisinya. justru membantu ibu menyiapkan produksi ASI-nya, yang berarti menurunkan resiko infeksi telinga pada si kecil.

  13. Apakah jadwal imunisasi bayi prematur berbeda dengan bayi lahir cukup bulan ?
    Anak yang lahir prematur memang memiliki banyak kekhususan. Ada yang perkembangannya lebih lambat dibandingkan dengan bayi lahir cukup bulan, dan ada yang justru lebih cepat. Tetapi semua itu sehubungan dengan perkembangannya. Perlu diketahui bahwa jadwal imunisasi tidak diatur berdasarkan perkembangan dan kematangan usia kelahiran, melainkan berdasarkan kebutuhan si kecil yang dihubungkan dengan waktu setelah si kecil lahir.

  14. Apakah bayi baru lahir sudah bisa mendengar dengan sempurna ?
    Kemampuan mendengar sudah sangat baik dimiliki si kecil ( yang lahir tidak dengan kendala kemampuan mendengar ) sejak lahir. Namun, reaksi si kecil dalam menanggapi berbagai bunyi- bunyian sangat berbeda dengan kita, orang dewasa. Bayi baru biasanya hanya mengerdip, bergidik, atau menahan napas ketika mendengar bunyi-bunyian. Setelah sedikit besar, biasanya respons si kecil terhadap bunyi akan berkembang. Ia, misalnya, akan mulai menangis ketika mendengar bunyi yang mengejutkan.

  15. Apakah yang harus diperhatikan sehubungan dengan mengganti popok bayi ?
    Agar si kecil nyaman dan aman, hal yang sebaiknya dilakukan adalah :
    - Jangan meninggalkannya tanpa diawasi ketika Anda pergi mengambil kebutuhan untuk mengganti popok.
    - Selalu letakkan salah satu tangan Anda pada tubuh bayi selama mengganti popok, demi mencegah dia bergerak.
    - Periksalah keadaan popoknya setiap kali si kecil habis disusui.
    - Jika anda menggunakan air panas untuk membersihkan si kecil, hindari menggunakan sabun, karena umumnya sabun mengandung alkalis dan bersifat " tajam" bagi kulit bayi yang halus.
    - Saat membersihkan sekitar kelamin si kecil, lakukanlah dengan gerakan dari depan ke belakang, dari arah alat kelamin menuju anus.

  16. Perlukah gigi si kecil yang baru tumbuh disikat ?
    Gigi si kecil yang baru tumbuh, tidak perlu disikat. Sekalipun demikian, demi menjaga kebersihan dan kesehatan mulutnya, berikanlah air putih setiap si kecil selesai makan atau minum. Penggunaan sikat gigi pada anak, umumnya dilakukan ketika setengah dari jumlah keseluruhan gigi sudah tumbuh. Dan biasanya ini terjadi ketika anak berusia 2 tahun.

  17. Berapakali sehari bayi baru lahir perlu dimandikan ?
    Pada minggu-minggu awal kehidupan, mandi biasanya menjadi saat yang mencemaskan, baik bagi bayi maupun orangtua. Pada minggu pertamanya bayi baru tidak dimandikan dalam bak melainkan dilap dengan handuk lembut yang dilembabkan. Didaerah tropis seperti negara kita, lakukanlah ini 2 kali sehari, agar kulit si kecil tetap bersih dan tidak lengket oleh keringat.

  18. Perlukah si kecil diberi bedak setiap habis mandi ?
    Sebaiknya kulit si kecil diberi bedak setiap kali habis mandi. Karena bedak melapisi kulit dan membuatnya tetap segar, tidak lengket dan tidak mudah teriritasi karena gesekan.

  19. Bagaimana mengatasi ruam popok ?
    Ruam biasanya diakibatkan oleh bakteri yang berkembang biak di sela popok dan kulit si kecil. Hal ini dapat terjadi jika popok si kecil dibiarkan lembab beberapa waktu. Hal yang dapat dilakukan demi memerangi ruam popok, adalah dengan senantiasa memastikan popok dalam keadaan kering. Jika sudah terjadi ruam, maka segera bawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

  20. Bagaimana mengajarkan si kecil bersabar ?
    Anak belajar berperilaku dengan mencontoh perilaku kita ketika memberi respon kepada mereka. Faktor penentu yang dapat membantu si kecil belajar untuk bersabar mendapatkan perhatian kita adalah dengan membuatnya mengerti bahwa Anda tidak selalu datang ketika dia menangis. Ketika Anda sedang melakukan sesuatu saat dia menangis, bersuaralah, Misalnya dengan mengatakan agar dia menunggu sebentar, Anda akan segera datang setelah selesai melakukan sesuatu. Jika ini senantiasa dilakukan, si kecil lambat laun akan mengerti bahwa kebutuhannya tetap akan terpenuhi sekalipun harus menunggu sebentar.

  21. Dapatkah jus buah diberikan pada bayi ?
    Saat masih mendapat ASI ekslusif, bayi belum membutuhkan makanan tambahan lain, kecuali jika dokter menyarankannya. Ini berarti bayi sebaiknya tidak mendapatkan apa pun, baik air putih, sereal ataupun jus. Seluruh kebutuhan gizi si kecil pada usia ini didapatnya dari ASI. Sesaat setelah mendapatkan makanan padat, biasanya setelah berusia 4 bulan, si kecil dapat segera diberikan jus. Hanya saja, jangan memberinya lebih dari setengah gelas sehari, dan pastikan si kecil mendapatkan jus setelah makan makanan padat dan minum ASI.

  22. Apakah memar pada bayi menandakan ia kekurangan vitamin ?
    Kekurangan vitamin biasanya tidak menyebabkan memar pada kulit. Memar-memar pada bayi yang aktif, umumnya dianggap wajar. Tetapi jika si kecil lebih sering mengalami memar-memar dibandingkan dengan anak lain, segera berkonsultasilah ke dokter.

  23. Mengapa bayi seringkali menolak minum ketika sakit ?
    Biasanya bayi menolak minum ketika sakit karena radang di tenggorokannya. Jika hal ini terjadi, cobalah memberi minum dengan cara menyendokkan cairan sedikit demi sedikit. Jangan biarkan si kecil yang sedang sakit tidak menyentuh cairan sama sekali, karena dapat mengakibatkan ia mengalami dehidrasi ( Kekurangan cairan dalam tubuh - Red ).

  24. Mungkinkah demam tinggi yang diderita pada masa bayi mengakibatkan kerusakan otak ?
    Sekalipun pada dasarnya membuat anak merasa tidak nyaman, demam yang disebabkan infeksi ringan, tidak akan menyebabkan kerusakan otak. Yang perlu diingat adalah, infeksi biasa tidak akan menaikkan suhu tubuh lebih dari 41° C.

  25. Mengapa kulit di daerah sudut mata bayi seringkali kering dan mengelupas ?
    Ada banyak hal yang menyebabkan kulit didaerah sudut mata bayi sering kali kering dan mengelupas. Tetapi sebab yang umum adalah karena infeksi bakteri atau tersumbatnya kelenjar air mata. Cobalah membersihkan sudut mata tersebut dengan kap0as yang telah dicelupkan dalam air panas. Namun, kalau keluhannya tidak berkurang, segera bawa si kecil ke dokter untuk ditangani lebih lanjut.

10 LANGKAH UNTUK WORKING PARENT

Membesarkan anak dengan baik memang tidak mudah bagi pasangan suami istri yang bekerja. Dengan sepuluh panduan berikut mudah-mudahan mereka dapat menjalankan tugas sebagai orang tua dan pasangan karier secara seimbang. Lebih dari tiga puluh tahun terakhir, dengan pelbagai alasan sosioekonomi semakin banyak pasangan suami-istri yang harus bekerja.


Kegiatan masing-masing anggota keluarga di luar juga meningkat, akibatnya waktu berkumpul antara anak dan orang tua atau saudara-saudara mereka semakin sedikit. Anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama pengasuh atau malah bermain sendiri di rumah. Kecenderungan ini, menurut Daniel Amen, M.D., direktur medis The Center For Effective Living, akan menimbulkan dampak sosial serius jika orang tua tidak memberikan kepemimpinan yang kuat kepada anak-anak mereka. Psikiater anak,remaja dan dewasa ini menyodorkan sepuluh panduan untuk membesarkan anak secara sehat dalam keluarga dengan kedua orang tua bekerja.


Waktu.
Hubungan orang tua-anak yang baik memerlukan waktu yang memungkinkan mereka berkumpul secara fisik. Tidak perlu berjam-jam. Yang penting, orang tua secara konsisten meluangkan sedikit waktu bersama anak-anak hampirsetiap hari. Ketika bersama mereka, jauhkan gangguan dan konsentrasikan perhatian kita kepada mereka. Waktu adalah tonggak penyangga pengasuhan yang baik.


Jadilah pendengar yang baik.
Bila anak-anak mengetahui bahwa kita benar-benar mendengarkan apa yang mereka katakan, mereka akan lebih bersemangat untuk berbagi perasaan dan pikiran. Sebaliknya, kalau orang tua merendahkan gagasan anaknya atau "rajin" mengkritik kata-katanya, anak itu akan menarik diri dan memilih lebih dekat pada teman. Karenanya, jika ingin memiliki pengaruh dalam kehidupan anak, mari menjadi pendengar yang baik. Mereka akan menerima kita bila kita membantu mereka memecahkan masalah.


Tentukan harapan yang jelas.
Memberitahukan anak apa yang kita harapkan darinya akan membentuk perilaku yang baik. Jangan ragu-ragu melibatkan mereka dalam pekerjaan sehari-hari dan untuk membantu menyelesaikan tugas-tugas di lingkungan rumah. Kebanyakan anak pasti akan mengeluh. Begitupun, kita harus berusaha agar mereka senang dilibatkan. Pada anak yang berperan serta dalam urusan rumah tangga, akan tumbuh etika kerja dan umumnya ia lebih merasa menjadi bagian dari keluarga.


Jangan membiarkan rasa bersalah.
Banyak orang tua merasa bersalah karena bekerja seharian di luar rumah. Sebagai kompensasinya, mereka membiarkan anak berperilaku buruk dan tidak disiplin. Orang tua yang baik adalah yang tegas. Merasa bersalah merupakan tindakan kontraproduktif.


Jangan menggantikan kasih sayang atau waktu dengan uang.
Memang penting untuk mengajarkan anak-anak bagaimana mengelola uang, tetapi jangan gunakan uang sebagai pengganti waktu atau kasih sayang kita. Pesan materialistis di televisi mudah sekali merasuki anak dan membangkitkan keinginan mereka untuk membeli ini dan itu. Bagaimana kita dapat membentengi mereka dari pengaruh buruk ini? Kita buat mereka untuk selalu berusaha bila ingin memperoleh sesuatu. Sesuatu yang diperoleh melalui bekerja, akan lebih terasa nilainya. Jangan terlalu sering gonta-ganti pengasuh. Satu dari kebutuhan psikologi yang penting pada anak adalah bahwa ia terasuh dengan baik dan penuh kasih secara terus-menerus. Oleh karena itu kita memerlukan pengasuh. Dengan menggunakan pengasuh kecemasan kita akan berkurang selama kita bekerja. Namun sebelum menyerahkan anak pada seorang pengasuh, berikanlah kesempatan untuk terciptanya keakraban dan kedekatan antara anak dan si calon pengasuh. Sering gonta-ganti pengasuh dapat membahayakan anak. Untuk mencari orang yang tepat atau situasi yang baik bagi anak, kalau perlu, pergilah ke tempat yang jauh!


Kuncinya: pengawasan.
Sering kali ketika ditinggalkan orang tua, anak terjerumus dalam masalah. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak bermasalah sering berasal dari keluarga yang kurang atau tidak diawasi. Anak-anak tidakbegitu saja tahu sejak lahir, mana perilaku baik, mana yang buruk. Mereka perlu diajari dan kemudian diawasi. Karenanya, sangatlah penting bagi orang tua untuk mengetahui di mana anaknya, sedang bersama siapa, dan sedang ngapain. Memang, anak sering mengeluh kalau ia diawasi ketat, tetapi anak-anak yang tidak diawasi juga sering merasa bahwa orang tua mereka tidak peduli dengan mereka!


Beri perhatian lebih saat ia baik.
Ini bagian paling berat sebagai orang tua. Kita cenderung lebih memperhatikan anak-anak ketika mereka menjengkelkan. Sebaliknya, jauh lebih sulit untuk memperhatikan perilaku baik mereka. Namun, jika ingin anak berperilaku baik (“udah biarin lagi anteng ini …”), berilah perhatian pada hal-hal yang kita sukai dari mereka. Kalau anak merasa diabaikan, secara bawah sadar ia akan berperilaku salah untuk menarik perhatian kita. Memperhatikan mereka sewaktu mereka baik, memang memerlukan usaha.


Hukuman itu untuk mendidik.
Orang tua yang bekerja di luar rumah, cenderung mengalami kelelahan dan mudah jengkel. Maka mereka lebih mudah kehilangan kontrol terhadap anak-anak. Ini dapat menimbulkan masalah. Jangan pernah menghukum anak ketika kita sendiri tidak dapat mengontrol diri. Gunakan hukuman untuk mendidik, bukan untuk melampiaskan kemarahan.


Berikan teladan dalam relasi.
Anak belajar berelasi dari orang tua mereka. Mereka juga merasa paling aman jika melihat orang tua saling memperlakukan pasangannya dengan baik. Maka hal terbaik yang dapat dilakukan bagi anak-anak kita adalah mencintai pasangan kita.


Sumber : Tabloid Nova